UNAIR NEWS – Gelaran 2025 masih bergulir. 51动漫 (UNAIR) menghadirkan apt Mohamad Kashuri S Si M Farm, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada gelaran Research Invention & Community Development Exhibition (HITEX) 2025.Dalam kesempatan itu, ia menyoroti perkembangan komestik di Indonesia, regulasi, hingga kerja sama dengan perguruan tinggi untuk hilirisasi.
Memasuki hari kedua, Rabu (21/5/2025), bertempat di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C UNAIR, Kashuri menyampaikan materi Langkah Legal Menuju Pasar: Izin Edar Kosmetik di Indonesia. Topik ini diangkat seiring dengan meningkatnya kesadaran mengenai perawatan wajah serta kebutuhan akan kosmetik yang inovatif.
Regulasi Kosmetik
Kashuri menyoroti perkembangan kosmetik di Indonesia. Menurutnya, pesatnya perkembangan kosmetik di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor yang mendorong berkembangnya bisnis kosmetik mulai dari jumlah masyarakat Indonesia hingga social media influence yang berdampak pada peningkatan awareness masyarakat, ujarnya.
Seiring dengan berkembangnya bisnis kosmetik ini, BPOM menyadari bahwa perlu sistem pengawasan yang sesuai. 淏POM memastikan bahwa pengawasan menggunakan sistem tiga pilar yang memastikan kesediaan obat dan makanan yang aman. Bermanfaat dan bermutu dari hulu hingga hilir, jelasnya.
Selain pengawasan, terdapat pula regulasi mengenai izin edar. 淧roduk sediaan farmasi harus memiliki nomor izin edar. Untuk kosmetik harus memiliki nomor notifikasi. Setelah produk mendapatkan izin edar, BPOM juga akan melakukan sampling untuk uji lab secara rutin, katanya.
Tidak hanya izin edar, regulasi kosmetik di Indonesia sudah diatur sedemikian rupa. Mulai dari tata cara mendaftar hingga bahan yang boleh dan tidak boleh digunakan. BPOM juga melakukan sosialisasi secara rutin terkait dengan regulasi bisnis di bidang obat dan makanan karena hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak.
Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi
BPOM juga melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi. 淧enelitian dari perguruan tinggi cenderung susah diimplementasikan. Namun kerja sama yang dilakukan perguruan tinggi dengan BPOM akan menjadi fasilitas, imbuhnya.
UNAIR juga telah melakukan kerja sama dengan BPOM terkait hilirisasi penelitian kosmetik. Salah satu penelitian yang terlaksana yakni NLC Coenzym Q10. 淧roduk ini sudah melewati proses pengkajian hingga bekerja sama dengan industri kosmetik golongan A untuk mengajukan notifikasi kosmetik, ujar alumnus UNAIR itu.
Penulis: Rizma Elyza
Editor: Yulia Rohmawati





