UNAIR NEWS Mahasiswa Program Studi 51动漫 kembali mencetak prestasi membanggakan. Pada Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) 2025, Muhamad Dhiya Ulhaq, mahasiswa Kedokteran angkatan 2023, berhasil meraih Medali Emas Bidang Biologi sebagai salah satu delegasi terbaik FK UNAIR.
Dalam proses persiapan, Dhiya dibimbing oleh para pembina ONMIPA. Pembina keseluruhan adalah Dwi Ratri Mitha Isnadina ST MT, sedangkan pembina bidang biologi meliputi Dr Almando Geraldi, Dr Sugiharto, dan Muhammad Hilman Fuadil Amin PhD.
Ketertarikan Dhiya pada biologi sudah muncul sejak SMA. Ia pernah mengikuti OSN Biologi dan mengaku terpesona dengan cara alam bekerja. 淪eluruh sistem kehidupan, dari sel sampai biosfer, selalu punya penjelasan masuk akal. Bagian yang paling saya suka tentu sistem organ manusia, ujarnya.
Perjalanan Menjadi Delegasi dan Strategi Belajar
Penentuan delegasi ONMIPA melalui seleksi internal universitas. Lima peserta terbaik tiap bidang akan mewakili UNAIR di tingkat wilayah hingga nasional. 淯niversitas memfasilitasi pembinaan bersama dosen. Untuk biologi, kami menjalani lima sesi bimbingan, kata Dhiya.
Selain itu, UNAIR menyediakan fasilitas seleksi wilayah serta menanggung transportasi dan akomodasi selama kompetisi nasional di Bandung.
Dalam persiapan, Dhiya mengandalkan Campbell Biology dan latihan soal tahun-tahun sebelumnya. 淜ami sering diskusi di grup WhatsApp. Bahkan H-1 ujian masih sempat kumpul, jelasnya.
Tantangan Lomba, Pengumuman, dan Makna Medali Emas
Soal ONMIPA biologi terkenal kompleks, dan dengan waktu yang terbatas. Peserta harus menjawab esai mendalam dalam 100 menit. 淏eberapa soal butuh desain percobaan dan ide konservasi. Ruang menulisnya terbatas, jadi harus benar-benar efektif, tutur Dhiya.
Saat pengumuman, ia tak menyangka meraih emas. 淪etelah perunggu dan perak disebut, rasanya udah pasrah. Alhamdulillah ternyata dapat gold, ucapnya. Ia juga mengenang momen-momen lucu seperti bolpoin rekan yang macet dan rasa pusing karena intensitas berpikir.
Bagi Dhiya, pengalaman bersama delegasi lain sangat berarti. 淩asa kekeluargaan dan saling support itu kerasa banget. Teman saya bilang, that檚 more precious than the medal itself, ungkapnya.
Usai kompetisi, Dhiya berencana mencoba lomba kedokteran dan penelitian, meski saat ini ia ingin fokus menyelesaikan skripsi. Ia menilai ONMIPA memberikan manfaat besar. 淥NMIPA itu back to basic. Buat calon nakes, penting punya fondasi kuat di basic science, jelasnya.
Ia berterima kasih kepada Ditmawa UNAIR, dosen pembimbing, dan seluruh delegasi ONMIPA 2025. Sebagai penutup, ia berpesan, 淛angan kelewatan ikut ONMIPA tahun depan. Pengalamannya seru dan sangat memorable.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





