Kejadian komplikasi penggunaan lensa kontak lunak meningkat dikarenakan epitelial defek pada kornea menyebabkan keratitis mikrobial akibat penggunaan yang lama lensa kontak lunak.
Pada laporan kasus ini seorang laki-laki berumur 25 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan mata kabur,merah berair,nyeri ,sulit membuka mata dan timbul putih mata di mata kirinya yang berlangsung sejak 4 hari sebelum ke rumah sakit. Pasien sering menggunakan lensa kontak lunaknya kadang sampai tidur malam masih dipakai, hal ini terjadi selama lebih dua bulan sehingga suatu saat terjadi ulkus kornea mata kiri seperti saat ini.Penglihatan mata kanan 6/60 dan mata kiri hanya dapat melihat lambaian tangan dalam 1 meter.
Pasien dirawat di ruangan mata RS dr.Soetomo dan diberikan terapi antibiotik Ceftriaxone dan injeksi Metronidazole intra vena selama 1 minggu, sambil dilakukan pemeriksaan scraping dan kultur getah mata pada daerah ulkus kornea. Pasien diberikan tetes mata yang terdiri dari Moxifloxacin,Atropin ,air mata buatan, anti jamur Natamicyn ,dan setelah kontrol hari ke-28 keadaan mata kiri mengalami perbaikan secara signifikan.
Ulkus kornea yang terjadi adalah akibat dari penggunaan yang lama lensa kontak lunak tanpa melakukan pembersihan ,pencucian dan penyimpanan yang tepat akan mengakibatkan lesi pada kornea sehingga masuknya bakteri dan jamur akan mengakibatkan kerusakan kornea dan iregularitas kornea setelah terjadi penyembuhan yang mengakibatkan kecacatan permanen kornea (putih mata) sehingga mengganggu penampilan dan penglihatan seterusnya.
Kesimpulan dari kasus ulkus kornea yang dialami pasien akibat pemakaian lensa kontak yang tidak tepat, bila dilakukan penatalaksanaan segera dapat memperbaiki penglihatan dan mencegah kebutaan lebih lanjut.
Penulis: Christina, dr.,Sp.M(K)
Jurnal: A Good Outcome of Corneal Ulcer with Hypopion After Long Use of Contact Lens





