51动漫

51动漫 Official Website

Hati-Hati, Jangan Meremehkan Infeksi dan Trauma pada Area Kepala

Ilustrasi oleh Hello Sehat

Pernahkah anda mengalami rasa sakit atau nyeri pada rahang? Kondisi ini merupakan  salah satu kelainan rahang yang menjadi bahasan di dalam salah satu jurnal kami yang telah  terbit. Kelainan pada rahang dapat mengakibatkan seseorang sulit dalam mengunyah makanan  atau berbicara, mengingat kita menggunakan rahang sehari-hari untuk melakukan fungsi  makan, berbicara, dan menguap. Tentunya masalah pada rahang akan menjadi masalah yang  besar yang harus dengan segera mendapatkan pertolongan medis baik di dunia kedokteran gigi  maupun di dunia kedokteran.  Rahang bawah dihubungkan dengan rahang atas melalui suatu sendi yang sering dikenal  dengan istilah temporo-mandibular-join (TMJ) atau yang sering dikenal dengan sendi temporo  mandibula. Sendi tersebut menghubungkan antara rahang atas dan rahang bawah melalui suatu  diskus yang terdapat di dalamnya sehingga memungkinkan rahang seseorang untuk bergerak  ke depan dan ke belakang yang berpengaruh terhadap seseorang Ketika seseorang membuka  dan menutup mulut. 

pada daerah kepala dapat menyebabkan beberapa keadaan berikut ini, seperti: 1. Dislokasi pada TMJ, 2. Trismus, dan 3. Rahang asimetris. Kelainan pada nomer 1 (dislokasi TMJ) adalah kelainan yang berhubungan dengan sendi temporomandibular di mana sendi tersebut merupakan penghubung antara tulang rahang dengan tulang tengkorak. Gangguan pada sendi ini biasa disebut dengan TMJ disorder atau adanya dislokasi pada TMJ. Gangguan ini menyebabkan rasa sakit atau nyeri di sekitar sendi dan otot yang mengkontrol pergerakan tulang rahang pada saat kita membuka dan menutup mulut. Gangguan pada TMJ memiliki gejala yang khas, yaitu ada suara seperti suara 渒lik pada saat membuka dan menutup mulut ataupun pada saat kita mengunyah makanan.Gangguan kedua akibat kondisi infeksi atau trauma adalah trismus. Bahasa awam dari trismus adalah keterbatasan seseorang dalam membuka dan menutup mulut yang disebabkan oleh adanya gangguan kontraksi pada otot pengunyahan. Keterbatasan membuka mulut dapat menimbulkan berbagai jenis masalah di antaranya adalah masalah kekurangan nutrisi karena makanan masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan jika terdapat gangguan pada kemampuan membuka mulut tentu akan berakibat seseorang malas makan sehingga berujung pada keadaan malnutrisi. Kondisi trismus juga bisa mengakibatkan seseorang mengalami gangguan dalam berbicara dan mempengaruhi kebersihan rongga mulut. Untuk menjaga kebersihan rongga mulut diperlukan kemampuan membuka mulut, dan jika terjadi trismus maka otomatis kebersihan mulut juga akan terganggu.

Kelainan lainnya yang berhubungan dengan keadaan infeksi atau trauma adalah  terjadinya asimetris pada rahang yang mana kelainan ini mudah dilihat oleh orang awam.  Umumnya wajah simetris antara bagian kiri dan kanan, namun dengan adanya infeksi akan  mengakibatkan wajah bergeser atau asimetri dan cenderung bergeser ke arah yang mengalami  kelainan. Keadaan gigi yang tumpang tindih atau kondisi kehilangan gigi dalam waktu yang  lama yang tidak tertangani dengan benar juga akan menyebabkan rahang menjadi tidak simetris  yang berujung terhadap kesulitan untuk mengunyah dan mengganggu penampilan. Untuk mengatasi ketiga hal tersebut di atas kita perlu hati-hati dengan tidak meremehkan  suatu kelainan berupa infeksi atau trauma yang terjadi di dalam rongga mulut. Adanya  gangguan pada daerah gigi dan mulut dapat menyebabkan masalah yang kompleks bila tidak  ditangani dengan segera. Segera konsultasikan kepada dokter gigi terdekat anda agar dapat  segera ditangani dan kelainan yang anda rasakan tidak menjadi semakin parah. 

Penulis: Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., Sp.KG(K) 

Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Anne M Kusch-Noelke, Dian Agustin Wahjuningrum, Radixtion Auzan Fepiosandi, Ana  Trevejo-Bocanegara, Abel Sovero-Gaspar, Maria Eugenia Guerrero, Victor Calderon-Ubaqui. [2020] Unusual Complete Temporomandibular Joint Bone Ankylosis: a Case Report. Journal  of International Dental and Medical Research Vol. 13 No. 4, pp: 1560-1564

AKSES CEPAT