51动漫

51动漫 Official Website

Hermawan Kartajaya Wasiatkan Tubuhnya Jadi Kadaver FK UNAIR

UNAIR NEWS – Pakar pemasaran Indonesia, Hermawan Kartajaya mewasiatkan tubuhnya untuk dijadikan kadaver untuk Fakultas Kedokteran 51动漫 (FK UNAIR). Kadaver merupakan mayat yang digunakan sebagai bahan ajar mata kuliah anatomi di dunia Kedokteran. Wasiat Hermawan itu secara resmi dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan tajuk Day of Giving: Timeless Sharing As Timeless Teacher, Jumat (18/11) di FK UNAIR.

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan bersama dekan FK UNAIR, Prof Dr Budi Santoso dr SpOG SubsFER. Itu dilakukan dalam rangkaian perayaan ulang tahunnya yang ke 75 di Surabaya. 淯sia 75 tahun bagi saya adalah the beginning of the end. Karenanya penandatangan wasiat ini merupakan momen yang saya tunggu-tunggu, lanjutnya.

Ada hal menarik saat Hermawan mendatangi kampus FK UNAIR. Pria kelahiran Surabaya 18 November 1947 itu terlihat mengenakan jubah panjang berwarna dominasi ungu. Rancangan desainer favoritnya, Samuel Wattimena. Jubah itu disusun dari 5 kain Nusantara.

淪alah satu kain penyusunnya adalah batik motif slobog. Yang dari filosofinya batik ini bagus untuk mengantar dari dunia ke atas sana (akhirat,Red).

Bagian punggung dari jubahnya juga tak kalah menarik perhatian. Di mana ada gambar sosok perwayangan Gareng. Gareng sendiri merupakan sosok entrepreneur sejati.

淛ubah ini hanya akan saya kenakan dua kali. Pertama hari ini dan kemudian nanti saat anak saya mengantarkan saya ke rumah terakhir di FK UNAIR, tambahnya.

Keinginan Hermawan untuk mewasiatkan jasadnya tak lepas dari perbincangannya dengan dekan FK UNAIR terdahulu, Prof Dr Agung Pranoto dr SpPD. Prof Agung menceritakan ada dermawan yang ingin menyumbangkan jasadnya. Namun keinginan tersebut tidak bisa terlaksana karena ahli waris keberatan.

淪udah tidak ada kata mundur. Wasiat ini harus jadi karena pagi tadi kedua anak saya sudah tanda tangan dengan notaris, ujarnya saat memberikan sambutan.

Butuh waktu sembilan tahun bagi Hermawan akhirnya memantapkan hati untuk menyumbangkan tubuhnya pada ilmu pengetahuan. Ada kalanya dia yakin. Tapi tak jarang timbul keraguan dalam diri. Ia pun melewati diskusi panjang, meyakinkan anak-anaknya bahwa apa yang dia lakukan ini, adalah untuk kebermanfaatan.

淎nak saya bertanya, keinginan saya ini untuk humanity atau untuk personal branding. Saya jawab, 70 persennya humanity. Tapi tidak saya pungkiri, 30 persen ada personal branding di situ, kisahnya.

Pria yang hari ini genap berusia 75 tahun hari ini bukan mencari popularitas. Namun ia berharap, melalui apa yang dia lakukan menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama.  淢ohon maaf, jika saya adalah Hermawan yang bukan siapa-siapa, tidak melakukan apapun, tidak ada yang kenal saya. Apakah yang saya lakukan akankah menjadi inspirasi bagi yang lain, ujarnya.

Dekan FK UNAIR sangat mengapresiasi kemurahan hati Begawan marketing itu. Hibah kadaver itu pertama kali yang dia jumpai sejak dekan menjabat sebagai dosen di FK UNAIR.

Karenanya tidak berlebihan jika dekan menyebut sosok Hermawan adalah sosok guru sejati. Yang mengajarkan bukan hanya dengan berucap saja, namun memberi melakukan secara langsung.

淒i dunia kedokteran, pasien dan kadaver adalah guru kami. Karena kami belajar ilmu urai (anatomi), susunan tubuh manusia dari beliau ini, tambahnya.

Dekan berharap, ke depan semakin banyak Hermawan-Hermawan lain yang memiliki hati seorang guru. Guru semasa hidup dan tetap berlanjut hingga wafatnya.

Penulis: Ismaul Choiriyah

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT