UNAIR NEWS “ Dalam upaya meningkatkan kesadaran pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Desa Sidorukun, 51¶¯Âþ (UNAIR) menggelar kegiatan edukasi bertajuk Cuci Tangan Ceria (Sosialisasi Teknik Cuci Tangan yang Benar untuk Anak). Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas 1 SDN 11 Gresik sebagai langkah promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan.
Program Cuci Tangan Ceria dirancang untuk memperkenalkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir melalui metode yang menyenangkan serta mudah dipahami anak-anak. Dengan pendekatan visual dan interaktif, mahasiswa UNAIR berupaya menanamkan kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Interaktif melalui Lagu dan Praktik Langsung

Kelompok BBK 7 Sidorukun-Gresik 51¶¯Âþ (UNAIR) melaksanakan sosialisasi kebersihan diri melalui program kerja Cuci Tangan Ceria di SD Negeri 11 Gresik, Desa Sidorukun, Kecamatan Gresik, Kota Gresik, Rabu (15/01/2026) (Foto: Dok. Tim BBK 7 Sidorukun)
Sesi edukasi dikemas secara menarik agar anak-anak lebih mudah memahami materi. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu bertema cuci tangan bersama, yang bertujuan menanamkan pesan pentingnya menjaga kebersihan melalui media yang dekat dengan dunia anak. Suasana kelas pun terasa hidup dengan antusiasme siswa yang ikut bernyanyi dan mengikuti gerakan.
Dalam pemaparan materi, mahasiswa mengenalkan kapan saja waktu penting mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah bermain. Siswa juga diajak memahami langkah-langkah cuci tangan yang benar menggunakan sabun, mulai dari menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, kuku, hingga membilas dengan air bersih.
Praktik dilakukan secara langsung dengan pendampingan mahasiswa, sehingga siswa dapat meniru gerakan dengan tepat. Anak-anak terlihat bersemangat mencoba setiap langkah yang diajarkan.
Membentuk Kebiasaan Hidup Bersih Sejak Usia Dini
Melalui simulasi dan permainan edukatif, siswa kelas 1 SDN 11 Gresik belajar sambil bermain. Metode ini dinilai efektif dalam membantu anak memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai salah satu cara mencegah penyakit. Selain itu, mahasiswa juga membagikan lembar edukasi bergambar berisi langkah-langkah cuci tangan yang kemudian ditempel di kelas sebagai pengingat visual.
PIC kegiatan menyampaikan bahwa tujuan utama program ini adalah membangun kebiasaan mencuci tangan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. œKami berharap anak-anak memahami bahwa mencuci tangan bukan sekadar kebiasaan kecil, tetapi langkah penting untuk menjaga kesehatan diri dan orang lain, ujar Ilham Rizky H.
Program Cuci Tangan Ceria sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-3, yaitu Good Health and Well-being. Edukasi kebersihan sejak dini merupakan langkah preventif dalam menekan risiko penyebaran penyakit seperti diare, flu, dan infeksi lainnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap siswa SDN 11 Gresik mampu menerapkan kebiasaan cuci tangan yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan guru dan orang tua juga diharapkan dapat memperkuat pesan yang telah disampaikan selama kegiatan berlangsung.
Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UNAIR dalam membangun kesadaran hidup bersih dan sehat melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan. Dengan pembiasaan sejak dini, diharapkan generasi muda tumbuh dengan perilaku hidup sehat yang berkelanjutan.





