UNAIR NEWS Himpunan Mahasisa (HIMA) Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi 51动漫 menggelar workshop virtual penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) pada Minggu (25/4/2021). Workshop tersebut dilaksanakan secara daring dengan mengundang dua narasumber yakni Fanni Okviasanti, S.Kep., Ns., M.Kep dan Abd. Nasir, S.Kep., Ns., M.Kep. Kedua narasumber tersebut merupakan staff pengajar D3 Keperawatan yang telah lama malang melintang di dunia kepenulisan KTI.
Dalam pemaparannya, Fanni mengatakan bahwa menulis KTI adalah cara yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk menuangkan idenya melalui tulisan agar ide yang muncul tidak sia-sia. 淜alau kita punya ide tapi hanya berhenti pada pemikiran kita maka tidak akan ada yang tahu bahwa ide kita ini ternyata punya kontribusi untuk orang lain, katanya.
Menulis KTI tidak hanya sebagai sarana untuk menuangkan ide-ide cemerlang untuk memberikan solusi dari suatu permasalahan. Namun dengan menulis KTI sama halnya dengan menciptakan rekam jejak yang baik dalam kehidupan mahasiswa. 淒engan menulis KTI ini kita bisa meninggalkan jejak kehidupan kita bagi generasi selanjutnya. Selain itu bisa sebagai amal jariyah kita, papar Fanni.
Menulis memang bukan sesuatu yang mudah. Butuh banyak latihan agar menghasilkan tulisan yang baik dan menarik. Tak hanya itu saja kebingungan terkadang turut menghampiri dan menjadi hambatan bagi seseorang untuk memulai menulis. Kendati demikian, Fanni memiliki tips untuk memulai menulis yaitu menulis dimulai dari sosial media yang dimiliki. 淢ulailah menulis itu dari hal-hal kecil seperti menulis di media sosial. Media sosial bisa digunakan untuk menyampaikan semua pemikiran dan ide-ide yang bermanfaat. Sehingga akun media sosial Anda bisa bermanfaat, pengikut Anda di media sosial bisa terinspirasi dan bertambah ilmu pengetahuannya, ujarnya.
Rasa malas yang muncul juga menjadi hambatan lain yang dapat menjadikan mahasiswa tertunda dalam menyelesaikan tulisannya. 淛adikan sarana menulis ini sebagai jalan untuk mendapat ridha Allah maka tidak akan stuck dalam menulis dan tidak akan ada kata berhenti untuk menulis. Tidak ada kata malas dalam menulis karena menulis itu menjadi bagian dari ibadah, tutupnya.
厂别产补驳补颈听, UNAIR mendukung SDM yang dimiliki untuk mengembangkan diri agar dapat berkontribusi untuk masyarakat.
Penulis : Icha Nur Imami Puspita
Editor : Khefti Al Mawalia





