51动漫

51动漫 Official Website

HIMA EKIS UNAIR Tekankan Pentingnya Personal Branding dan Persiapan Karir

Nuryadi dan Fahmi Ilyas memaparkan materi dalam acara seminar PBCM pada Senin (19/05/2025). (Foto : Istimewa)
Nuryadi dan Fahmi Ilyas memaparkan materi dalam acara seminar PBCM pada Senin (19/05/2025). (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS Himpunan Mahasiswa (HIMA) 51动漫 (UNAIR) menggelar seminar Personal Branding and Career Mentoring (PBCM). Seminar itu mengusung tema Preparation For Stepping Into The Professional World. Acara tersebut berlangsung di Aula Miendrowo, pada Senin (19/05/2025). 

Acara ini turut menghadirkan Nuryadi ST, selaku BPC HIPMI Surabaya dan Business Development Radio Surabaya dan Fahmi Ilyas SEi yang merupakan alumni Ekonomi Islam dan AEEC Staff (Adm Interpreter PT. Freeport Indonesia Manyar Smelter Project). 

Nuryadi menegaskan bahwa mahasiswa mempunyai kebebasan untuk menentukan jalan karir setelah lulus dari perkuliahan. Menurutnya, ada tiga jalur output yang dapat dikenali mahasiswa yaitu, researcher (peneliti), professional (praktisi), dan entrepreneurship (kewirausahaan). Ketiga jalur tersebut dapat dipilih oleh mahasiswa setelah mengetahui potensi dirinya. 

淛补濒耻谤 researcher bisa kalian tempuh kalau kalian lebih suka belajar dan hal-hal berbau akademik. Kalau jalur praktisi itu biasanya ada yang linear dengan jurusan saat kita kuliah dan ada juga yang tidak linear. Saya sendiri begitu dulu sempat kuliah Teknik Kimia di ITS dan ketika saya lulus saya mencoba jadi entrepreneur, jelas Nuryadi. 

Fahmi juga menambahkan bahwa sebagai fresh graduate mahasiswa seringkali mengalami kebingungan dalam menentukan jalan karir. Ia menegaskan bahwa sebagai seorang mahasiswa, sangat penting untuk mengetahui potensi diri selama masa perkuliahan, contohnya dengan mengikuti organisasi, magang, atau lomba. 

Ia menegaskan bahwa kehidupan pasca kuliah sangat dinamis. Tidak menutup kemungkinan bahwa jalan karir ke depan akan jauh berbeda dengan apa yang telah dipelajari selama kuliah. Sehingga, mahasiswa harus selalu belajar dan melatih hard skill dan soft skill agar dapat beradaptasi. 

Fahmi menjelaskan bahwa ada transisi ketika fresh graduate mulai memasuki dunia kerja. Menurutnya, pengalaman semasa kuliah akan membantu fresh graduate untuk menghadapi fase transisi ini. Kemampuan memanajemen waktu yang didapat sewaktu kuliah dan berorganisasi akan membantu mereka saat menghadapi pekerjaan. 

淜etika kita telah terpilih menjadi mahasiswa itu sebenarnya kita harus bangga. Saat di kampus, cobalah jadi mahasiswa aktif dan pandai memanfaatkan networking yang ada. Networking itu biasanya banyak kita jumpai ketika kita mengikuti organisasi atau kepanitiaan, jelasnya. 

Nuryadi mengimbau mahasiswa untuk melatih kemampuan komunikasi dan public speaking. Ide dapat tersampaikan dengan baik apabila mahasiswa memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Saat individu memiliki kemampuan komunikasi yang baik, ia akan paham cara menempatkan diri di segala situasi dan dari situlah ia akan banyak mendapatkan koneksi. 

“Dalam membangun relasi, personal branding itu penting banget. Kita harus bisa menunjukkan hal yang bikin kita beda dan unik supaya orang lain mudah mengenal kita. Yang nggak kalah penting, kita juga harus bisa mengelola personal branding itu dengan baik, termasuk bikin konten dengan cara kita sendiri, nggak menjiplak karya orang lain. Intinya, harus dibiasakan percaya diri,”

Perlu diketahui, acara PBCM merupakan salah satu program kerja divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Hima Ekis. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan soft skill dan juga hard skill secara khusus bagi mahasiswa Ekonomi Islam.  ini. Acara ini terdiri dari dua subacara yaitu seminar dan career mentoring. Pada seminar ini, narasumber membahas secara tuntas topik-topik yang relevan sebelum memasuki dunia kerja.

Penulis : Dalliyah Iftitah Arbi

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT