51动漫

51动漫 Official Website

HIMA MSM UNAIR Tingkatkan Kapasitas Riset Menuju Publikasi Bereputasi Internasional

Sesi pemaparan materi oleh Lia Febrianina, SE MSc dalam kegiatan Research Series 2 HIMA MSM UNAIR pada Sabtu (25/10/2025) (Foto: Tangkapan layar Zoom Meeting)
Sesi pemaparan materi oleh Lia Febrianina, SE MSc dalam kegiatan Research Series 2 HIMA MSM UNAIR pada Sabtu (25/10/2025) (Foto: Tangkapan layar Zoom Meeting)

UNAIR NEWS – Publikasi ilmiah di jurnal bereputasi internasional merupakan salah satu penanda kualitas riset akademik. Sebagai upaya memperkuat keterampilan mahasiswa dalam penulisan ilmiah, 51动漫 (HIMA MSM UNAIR) menggelar Research Series 2 bertajuk 淐rafting Research Worthy of Scopus Publication pada Sabtu (25/20/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Lia Febrianina SE MSc yang saat ini merupakan mahasiswa doktoral Ilmu Manajemen UNAIR sekaligus aktif sebagai dosen Universitas Teknokrat Indonesia. 

Memahami Scope Penelitian dan Pentingnya Novelty

Dalam pemaparannya, Lia membagikan pengalaman terkait proses penulisan dan publikasi artikel di jurnal internasional. Lia menjelaskan langkah pertama sebelum mengirim artikel ke jurnal adalah memastikan bahwa jurnal tersebut sesuai dengan bidang keilmuan dan tujuan indeksasi. Menurutnya, hal ini penting untuk menghindari penolakan otomatis karena ketidaksesuaian scope 辫别苍别濒颈迟颈补苍.听

Lebih lanjut, Lia menekankan hal yang ia cari dalam publikasi internasional adalah novelty atau kebaharuan penelitian. Lia mengungkap, kebaharuan tidak harus berupa penemuan besar, melainkan dapat muncul dari berbagai fenomena terkini, sudut pandang analisis, atau perbaruan metode.

淣ovelty dalam penelitian tidak harus selalu berupa penemuan yang benar-benar baru. Namun, penelitian harus relevan dengan fenomena terkini serta memiliki perbedaan yang jelas dari penelitian sebelumnya. Yang terpenting adalah kemampuan kita untuk menarasikan dan meyakinkan bahwa artikel yang kita tulis memberikan kontribusi baru dalam bidang ilmu tersebut, ungkap Lia. 

Lia turut mencontohkan risetnya mengenai opinion leader dan influencer, yang selama ini banyak dikaji dari sisi selebritas. Sebagai pembaharuan, ia menawarkan pendekatan berbeda dengan berfokus pada aspek konten yang influencer unggah

Strategi Menghadapi Proses Review

Selain kebaharuan, Lia menegaskan bahwa artikel harus melalui proses editorial yang ketat sebelum dapat publikasi. Editor merupakan pihak pertama yang akan menilai kelayakan artikel. Jika sesuai, reviewer yang akan menilai artikel sisi keilmuan secara lebih mendalam.

Lia menambahkan, reviewer dapat menelusuri artikel yang mereka gunakan sebagai rujukan dan apabila terdapat ketidaksesuaian antara pembahasan dan data rujukan, penulis akan memberikan klarifikasi ilmiah. Oleh karena itu, Lia menyampaikan pemilihan teori dan penjelasan data harus secara detail dan mencakup relevensi dengan penelitian yang telah berjalan.

淜etika artikel sudah masuk tahap review, berarti kita sudah melewati tahapan editor dan mulai dinilai dari sisi keilmuannya. Jika mengalami penolakan, biasanya karena kualitas ilmiah yang kurang, kontribusi yang tidak jelas, atau keterbaharuan yang lemah. Karena itu, kita harus konsisten, tidak mudah menyerah, dan siap merevisi kembali agar artikel dapat terus meningkat kualitasnya, jelas Lia.

Penulis: Kania Khansanadhifa Kallista

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT