UNAIR NEWS – Dalam upaya menekankan peran penting Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Industri Migas, Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) K3 Fakultas Vokasi 51动漫 (UNAIR) menggelar Seminar Nasional. Kegiatan itu berlangsung pada Sabtu (27/9/2025) di Cendrawasih Hall, Gedung Medang lantai 3, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.
Kegiatan ini bertemakan Optimalisasi Peran Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pengolahan Migas dan Implementasi K3 untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Migas di Indonesia. Menghadirkan Ari Setiawan ST MTT selaku Head of Production PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE MWO).
Penerapan Teknologi
Ari menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi pondasi penting dalam setiap proyek migas, baik pada fase produksi maupun aspek Health, Sadety, Security, and Environment (HSSE). Ia menambahkan, penerapan teknologi harus diawali dengan kajian keekonomian dan kajian risiko.
Ia menekankan bahwa prinsip utama dalam manajemen risiko adalah komitmen penuh terhadap keselamatan. 淢anajemen risiko memakai rumus Risiko = Probability x Safety, yang bertujuan untuk menurunkan risiko hingga ke tahap acceptable risk melalui pendekatan hierarchy of control, sehingga keamanan tetap terjaga, paparnya.
Ari juga menyinggung metode fishbone analysis yang banyak digunakan di industri migas untuk mengidentifikasi akar permasalahan. 淧谤颈苍蝉颈辫nya, ketika 20 persen masalah diselesaikan, maka 80 persen sisanya akan ikut teratasi, tambahnya.
Penerapan Aspek HSSE
Ia menerangkan bahwa penerapan teknologi dalam aspek HSSE dilakukan dengan metode LOPA (Layer of protection analysis). Setiap proses produksi migas sejak awal dirancang agar tetap berada dalam parameter batas aman. Jika melewati batas, sistem akan merespons melalui alarm, penghentian otomatis, hingga physical protection untuk mencegah kecelakaan.
Di PHE WMO, implementasi K3 diterapkan melalui Process Safety Assesment Information Management System (PSAIMS). Selain itu, perusahaan juga menerapkan inovasi teknologi berupa Free Span Assessment Pipeline System untuk menjaga keselamatan operasional serta Wall Wash Internal Clean Up yang telah terbukti lebih efektif dibandingkan metode chemical cleaning. Bahkan, inovasi tersebut sudah diterapkan melalui sistem digital melalui platform berbasis web.
淧谤颈苍蝉颈辫 zero tolerance diterapkan di perusahaan kami, perlu diingat bahwa tidak boleh ada shortcut dalam penerapan program K3, karena keselamatan pekerja adalah prioritas. Aspek HSSE tidak bisa ditawar, apalagi dikurangi hanya untuk alasan anggaran, tegasnya.
Terakhir, Ari membagikan tips bagi mahasiswa yang ingin berkarier di industri migas. Menurutnya, lulusan D3 dapat melamar melalui jalur Bimbingan Profesi Ahli (BPA), sementara lulusan S1 masuk melalui jalur Bimbingan Profesi Sarjana (BPS) yang terbuka untuk umum. Adapun pelamar yang telah memiliki pengalaman sebelumnya masuk melalui jalur experience hire.
淏elajarlah dengan tekun, manfaatkan peluang PKL di industri migas untuk menambah pengalaman, serta bangun jaringan sejak dini. Seluruh aspek operasional K3 sangat dibutuhkan, terlebih pada saat tindakan emergency. Tidak ada hal yang lebih penting daripada keamanan dan keselamatan saat bekerja, pungkas Ari.
Penulis: Bethari Sri Indrajayanti
Editor: Khefti Al Mawalia





