51动漫

51动漫 Official Website

Himpunan Mahasiswa UNAIR Kolaborasi Lestarikan Ekosistem Pesisir Sidoarjo

Penanaman mangrove pada 23-26 Mei 2024 di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. (Foto: Panitia)
Penanaman mangrove pada 23-26 Mei 2024 di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. (Foto: Panitia)

UNAIR NEWS – Dalam sebuah langkah progresif yang menekankan pentingnya sinergi antar-disiplin ilmu, Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan (Himatekhikan) berkolaborasi dengan Himpunan Perkantoran Digital (Hima MPD) 51动漫 (UNAIR) meluncurkan kegiatan Nawasena Village 2.0. Serangkaian program kerja yang berfokus pada pengajaran, penanaman mangrove, dan pengolahan hasil perikanan berupa nugget bandeng. Program itu berlangsung pada 23-26 Mei 2024 di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Dalam wawancara dengan tim UNAIR NEWS pada Sabtu (1/6/2024), Ketua pelaksana Made Shanti Vandana Shiva menyampaikan bahwa penanaman mangrove bertujuan untuk melindungi ekosistem pesisir. “Mangrove berperan penting dalam mengurangi abrasi, menyerap karbon, dan menyediakan habitat bagi biota laut. Partisipasi aktif mahasiswa dan warga setempat diharapkan dapat memulihkan ekosistem yang rusak,” ujarnya.

Pembuatan nuget ikan bandeng di Sidoarjo. (Foto: Panitia)
Pembuatan nuget ikan bandeng. (Foto: Panitia)

Ia juga mengatakan tujuan lainnya adalah meningkatkan nilai tambah hasil perikanan. Karena itu, ada pula pengolahan nugget bandeng sebagai solusi inovatif. Kegiatan itu  memberikan pengetahuan praktis tentang teknik pengolahan yang higienis dan berkualitas serta membuka peluang ekonomi baru.

淪ebanyak 40 panitia turut berpartisipasi, terdiri 20 panitia dari Hima MPD dan 20 panitia dari Himatekhikan. Program ini mencakup berbagai aktivitas seperti pengolahan hasil perikanan, pemasaran produk hasil olahan perikanan, pengajaran di SD, penanaman mangrove, serta bersih-bersih desa, ungkapnya.

Meski menghadapi kendala selama persiapan dan pelaksanaan, tim panitia mengatasinya melalui musyawarah mufakat untuk menemukan solusi yang tepat. Diharapkan kegiatan di Sidoarjo tersebut dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi Dusun Kepetingan, mengingat desa tersebut termasuk dalam kategori 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).

Respons Positif

Menurut Shanti, respons masyarakat terhadap kegiatan ini sangat positif, ia berharap kegiatan pengolahan dan pemasaran dapat terus dilanjutkan. 

淒ampak positif yang sudah terlihat adalah kemampuan masyarakat desa dalam mengolah hasil perikanan, pengetahuan tentang pemasaran modern melalui e-commerce, serta peningkatan pengetahuan anak-anak SD di desa, tuturnya.

Program ini juga mencerminkan kerjasama internal yang kuat antara Hima MPD dan Himatekhikan, meskipun belum melibatkan kerjasama dengan pihak eksternal. Pendanaan kegiatan ini bersumber dari dana masing-masing fakultas, tanpa adanya sponsor khusus dari luar.

Panitia Nawasena Village 2.0 ketika melakukan pengabdian masyarakat di Dusun Kepetingan pada 23-26 Mei 2024 (Foto: Istimewa)
Panitia Nawasena Village 2.0 ketika melakukan pengabdian masyarakat di Dusun Kepetingan pada 23-26 Mei 2024 (Foto: Istimewa)

Penulis: Rosali Elvira Nurdiansyarani

Editor: Feri Fenoria

Baca Juga:

Cegah Abrasi, FST UNAIR dan Masyarakat Tanam Mangrove di Pesisir Gresik

AKSES CEPAT