UNAIR NEWS Himpunan mahasiswa kedokteran hewan berkomitmen menyelaraskan soft skill dan hard skill mahasiswa secara optimal. Implementasi keilmuan kedokteran hewan terus diperkuat dengan berbagai pengalaman dari praktisi dokter hewan yang potensial. Upaya tersebut direalisasikan dalam penyelenggaraan kuliah tamu teknik diagnosa penyakit pada unggas pada Sabtu (19/11/2022) melalui Zoom meeting.
淚ndonesia merupakan negara penghasil unggas yang cukup besar. Menurut akumulasi unggas di Indonesia sebanyak 3,11 miliar ekor pada tahun 2021. Sehingga berdasarkan kondisi tersebut, HMKH SIKIA UNAIR merasa mahasiswa perlu mengetahui secara lengkap cara diagnosa penyakit pada unggas tersebut, ujar Achmad Julian Andris selaku ketua pelaksana acara.
Tujuan kegiatan itu adalah mengetahui langsung kasus di lapangan terkait uji HA (haemaglutination assay) dan uji HI (haemaglutination inhibition) pada unggas. Sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori keilmuan saja, melainkan juga secara praktis kasus unggas secara langsung.
Mahasiswa semester lima tersebut menyampaikan, Cut of point dari penyampaian narasumber dalam kuliah tamu tersebut di antaranya fungsi dan tugas laboratorium industri perunggasan, teknis kegiatan uji HA dan HI, dan sebagainya.
Laboratorium Industri Perunggasan
drh Imas Hapsari Rahmaningtyas menyampaikan klasifikasi bagian dari laboratorium industri perunggasan terbagi menjadi research and development laboratory dan diagnostic laboraty. Adapun fungsi dan tugasnya meliputi:
- Kontrol penyakit. Hal ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan penyakit pada farm sehingga dapat ditangani dan ditindak lanjuti oleh tenaga kesehatan.
- Monitoring dan support. Hal ini meliputi farm internal dan farm external dengan adanya kerja sama dengan tenaga lapangan.
- Training. Hal ini dilaksanakan oleh tenaga laboratorium yang baru bergabung atau tenaga yang berkaitan pada PT. Charoen Pokphand Jaya Farm.
- Learning and Help. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan riset dan evaluasi secara internal maupun eksternal.
Teknis kegiatan uji HA dan uji HI di antaranya:
- Pengambilan darah ayam sebanyak lima mililiter.
- Pembuatan RBC 100 persen dengan repitisi atau pengulangan sebanyak tiga kali
- Pembuatan RBC 0,5 persen dan satu persen dengan perbandingan 0,55 mililiter atau satu mililiter RBC dalam 100 mililiter PBS.
- Pembuatan larutan antigen merupakan uji HA awal dengan empat HA unit
- Pengujian sampel dengan dilusi serum sampel dan pengetesan HI
淒engan contoh kasus yang ditampilkan dari PT. Chaeroen Pokphand Jaya Farm tersebut dapat lebih memvalidasi teoritis yang mahasiswa dapatkan di kelas. Sehingga kemampuan hard skill dan soft skill mahasiswa dapat seimbang dan menjadi lebih kaya pasca sarjana nantinya, tuturnya di akhir diskusi. (*)
Penulis: Afan Alfayad
Editor: Binti Q. Masruroh





