Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian secara global pada tahun 2019. Indikator risiko penyakit kardiovaskular meliputi kadar kolesterol, kadar gula darah, tekanan darah, dan Indeks Massa Tubuh (BMI). Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor pelindung penyakit kardiovaskular.
Aktivitas jasmani merupakan kegiatan menggerakkan anggota tubuh yang bertujuan untuk menjaga kesehatan jasmani dan kualitas hidup. Contoh aktivitas fisik adalah berlari, bersepeda, berolahraga, dan yoga. Aktivitas fisik dapat dilakukan di rumah atau di tempat kerja.
Studi observasional dengan desain studi cross-sectional. Subjek penelitian adalah 93 orang dewasa berusia 12-59 tahun dengan pengambilan sampel aksidental. Studi ini peneliti lakukan di area Car Free Day, Jombang, Jawa Timur pada tahun 2019. Aktivitas fisik peneliti nilai dengan menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan risiko kardiovaskular akan peneliti tentukan menggunakan Framingham 30-Year Risk Score.
Mayoritas responden adalah perempuan, dewasa akhir, lulusan SMA, bekerja, dan berpenghasilan di bawah Rp 2.000.000. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik dan risiko kardiovaskular, yang menunjukkan bahwa individu dengan tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, dan sebaliknya. Studi ini menggarisbawahi pentingnya menerapkan gaya hidup sehat, khususnya melalui peningkatan aktivitas fisik, selama masa dewasa untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Oleh karena itu, perlu untuk menekankan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengetahui faktor risiko kardiovaskular dan mempromosikan gaya hidup sehat dengan peningkatan aktivitas fisik untuk mencegah penyakit kardiovaskular
Penulis: Fariani Syahrul, Annis Catur Adi, Mufidah Anisah, Ratna Candra Dewi
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 9 No 1 – 2024





