51动漫

51动漫 Official Website

Hubungan Antara Faktor Pasien dan Keluaran Klinis Dari Operasi Transfer Otot Fungsional pada Pasien dengan Cidera Pleksus Brakialis Komplit

Foto by Orami

Cidera anyaman saraf Brakialis dapat menyebabkan kecacatan berat bagi pasien, tidak hanya pada fungsi ekstremitas atas, tetapi juga pada aspek psikososial dan ekonomi sehingga dapat menurunkan kualitas hidup dari pasien. Penanganan pada kasus cidera Pleksus Brakialis masih menjadi tantangan sehingga adanya pengembalian fungsi dari tangan, walaupun hanya sebagian, akan sangat bermakna bagi pasien. Terapi untuk pasien dengan lesi Pleksus Brakialis ini terdiri dari operasi yang melibatkan prosedur saraf dan juga prosedur otot/tendon. Untuk prosedur perbaikan saraf, cangkok saraf dan transfer saraf menjadi pilihan bagi pasien dengan cidera Pleksus Brakialis yang masih awal (kurang dari 6 bulan) namun jika prosedur saraf ini gagal atau kasus cideranya telah lebih dari 6 bulan, maka perlu dilakukan operasi dengan prosedur otot/tendon. Pada rumah sakit kami, yaitu RSUD Dr. Soetomo, sebanyak 67% operasi pemindahan otot fungsional untuk merekonstruksi fungsi otot yang cacat telah dilakukan dengan melakukan cangkok otot beserta pembuluh darah dan sarafnya. Prosedur ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi siku, yang bisa diikuti dengan pengembalian sebagian fungsi bahu dan tangan, tergantung dari lokasi cangkok dari ototnya.

Waktu yang tepat untuk melakukan operasi pada pasien dengan cidera Pleksus Brakialis masih menjadi perdebatan, namun terdapat studi kajian sistematik yang menyatakan bahwa waktu ideal untuk operasi pada cidera akibat tarikan atau regangan pada Pleksus Brakialis adalah kurang dari 6 bulan setelah kejadian trauma. Namun demikian, penundaan operasi dalam waktu 3 bulan pasca trauma adalah umumnya diterima dan dilakukan. Studi ini focus pada operasi pemindahan otot fungsional untuk mengembalikan fungsi fleksi siku dan ekstensi pergelangan tangan pada pasien dengan cidera Pleksus Brakialis komplit pada center kita, yaitu RSUD Dr. Soetomo. Pada studi ini, kami memiliki hipotesis bahwa (1) pasien yang menjalani prosedur pemindahan otot fungsional akan memiliki perkembangan yang lebih baik pasca operasi dibandingkan dengan kondisi pre operasi; (2) faktor pasien tidak memiliki korelasi pada keluaran klinis operasi pemindahan otot fungsional.

Studi ini merupakan studi retrospektif mengenai pasien dengan cidera Pleksus Brakialis yang menjalani prosedur pemindahan otot fungsional dari tahun 2010 hingga 2018 pada RSUD Dr. Soetomo. Kriteria inklusi kami adalah (1) pasien dengan cidera Pleksus Brakialis komplit; (2) pasien yang menjalani prosedur pemindahan otot fungsional menggunakan otot gracilis sebagai donor untuk fleksi siku dan ekstensi pergelangan tangan; (3) telahh mengikuti sesi rehabilitasi pre operasi komplit (stimulasi dari  motor endplate dan otot, dan latihan rentang gerak sendi pasif untuk mencegah kekakuan sendi); (4) minimum telah melakukan follow-up 1 tahun. Kriteria eksklusi kami adalah (1) pasien cidera Pleksus Brakialis yang menjalani modalitas operasi lain dan tidak pernah menerima prosedur pemindahan otot fungsional untuk fleksi siku; (2) pasien yang melakukan pemindahan otot fungsional ganda; (3) gagal melakukan follow-up pasien; (4) kontraktur sendi pada ekstremitas atas; (5) terdapat masalah respirasi sebelum operasi.

Pada tahun 2010-2018, sebanyak 172 pasien dengan cidera Pleksus Brakialis diterapi dengan prosedur pemindahan otot fungsional. Beberapa diantaranya, 11 melakukan pemindahan otot fungsional ganda, 8 menjalani operasi untuk ekstensi siku, 10 tidak memiliki data yang lengkap, 11 tidak mengikuti follow-up, dam 1 pasien mengalami kontraktur sendi sehingga dalam studi ini hanya menggunakan 131 pasien. Dari studi ini, didapatkan perbaikan ruang gerak sendi pada fleksi siku, fleksi bahu, dan ekstensi pergelangan tangan yang signifikan. Skor fungsi tangan pada pasien menggunakan DASH score juga menunjukkan angka yang baik. Komplikasi pasca operasi meliputi infeksi area operasi pada daerah resipien terjadi pada empat orang dan  pada daerah donor terjadi pada dua orang yang semuanya sembuh secara komplit setelah pemberian antibiotik. Selain itu, terdapat pula tujuh pasien yang mengalami gangguan pembuluh darah sehingga terjadi kematian pada cangkok otot dan terdapat lima pasien yang mengalami gagal inervasi yang mengakibatkan kegagalan prosedur pemindahan otot fungsional.

Studi ini merupakan studi terbesar mengenai prosedur pemindahan otot fungsional pada pasien cidera Pleksus Brakialis pada satu center dan menjadi satu-satunya studi yang mengorelasikan dengan faktor pasien. Dari studi ini ditemukan bahwa prosedur pemindahan otot fungsional merupakan pilihan operasi yang baik untuk mengembalikan fleksi siku pada pasien dengan cidera Pleksus Brakialis dengan tingkat kepuasan tinggi dan tidak ada korelasi antara faktor pasien dengan hasil keluaran klinis dari prosedur pemindahan otot fungsional ini.

Penulis: Heri Suroto, Indrayuni Lukitra Wardhani, Ratna Darjanti Haryadi, Dina Aprilya, Steven Samijo, Firman Pribadi

Judul Jurnal: The Relationship Between Patient Factors and Clinical Outcomes of Free Functional Muscle Transfer in Patients with Complete Traumatic Brachial Plexus Injury

Authors: Heri Suroto, Indrayuni Lukitra Wardhani, Ratna Darjanti Haryadi, Dina Aprilya, Steven Samijo, Firman Pribadi

Dipublikasikan di: Orthopedic Research and Reviews

Link:

AKSES CEPAT