Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif kronis dengan etiologi yang tidak diketahui. Natrium dapat menginduksi sekresi IL-17 yang menyebabkan kerusakan tulang rawan, menurunkan sekresi kondrosit dan proteoglikan dan menginduksi sekresi mediator inflamasi. Tidak ada yang tahu bahwa natrium merupakan faktor risiko osteoarthritis. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisispengaruh asupan natrium dan faktor biopsikososial terhadap nyeri sendi lutut pada pasien osteoartritis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan di Poli Ortopedi Rawat Jalan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel cross sectional. Data diambil melalui wawancara dengan menggunakan Kuesioner Frekuensi Makanan Semi Kuantitatif dan Visual Analog Score. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Partial Least Square (p≤0.05). Penelitian ini telah mendapatkan izin No. B/404/V/2021 dan etik persetujuan No. 44/LE/2021.
Terdapat 52 subyek yang masuk dalam kriteria inklusi. Analisis biopsikososial faktor (umur, jenis kelamin, indeks massa tubuh, pendidikan, pekerjaan) yang mempengaruhi nyeri sendi lutut adalah indeks massa tubuh (hal <0,044). Kadar natrium juga mempengaruhi jenis kelamin (p<0,046). Hasil uji korelasi antara kadar natrium dan nyeri sendi lutut sebesar 0,024. Semakin tinggi tingkat asupan natrium menyebabkan peningkatan nyeri sendi lutut pasien osteoartritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara asupan natrium, nyeri sendi lutut, jenis kelamin dan indeks massa tubuh. Penting untuk mengurangi asupan natrium dalam diet pasien osteoarthritis.
Penulis: Prof. Dr. Suharjono, drs., MS
Jurnal: https://rjptonline.org/AbstractView.aspx?PID=2023-16-1-57





