Ocular Surface Squamous Neoplasia (OSSN) merupakan tumor non- pigmented yang paling umum pada bagian permukaan mata. Tumor ini jarang terjadi tetapi harus diketahui karena potensinya dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas okular bahkan sistemik. OSSN mencakup spektrum penyakit yang luas dan beragam dari lesi pra-kanker dan kanker yang melibatkan pertumbuhan abnormal sel epitel skuamosa displastik pada epitel konjungtiva, limbus dan kornea.
Istilah lainnya termasuk ˜Conjunctival Epithelial Neoplasia™, ˜Ocular Surface Epithelial Dysplasia™ dan ˜Conjunctival Squamous Cell Neoplasia™. OSSN mencakup spektrum penyakit mulai dari Non-invasive Intra-epithelial Dysplasia of the Conjunctiva and Cornea (CCIN), Carcinoma in situ (CIN) hingga Squamous Cell Carcinoma (SCC).
Kejadian kanker atau tumor mata di Indonesia jarang terlaporkan secara spesifik dan terbatas pada regional-regional daerah di Indonesia. Dari penelurusan rekam medik tahun 2016-2020 di RSUD Dr. Soetomo dengan dugaan OSSN seringkali dimasukkan dalam coding ICD C69 dengan 130 kasus, C69.6 dengan 225 kasus dan D31 dengan 249 kasus. Total jumlah kasus OSSN yang tertulis di ICD-10 dengan coding diatas sejumlah 604 kasus dengan rincian C69 (Malignan neoplasm of eye and adnexa), C69.6 (Malignant neoplas of orbit) dan D31 (Benign neoplasm of eye and adnexa).
Insiden yang terjadi pada OSSN yaitu 0,03-1,9 per 100.000 orang/tahun di Amerika Serikat dan Australia, sedangkan di Uganda yaitu 3,5 per 100.000 orang/tahun. Data dunia melalui IARC (International Agency for Research on Cancer) menunjukkan bahwa insiden OSSN lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan tetapi perbedaannya tidak signifikan.
Meningkatnya insiden OSSN dalam beberapa dekade terakhir dapat didorong oleh peningkatan prevalensi yang diduga menjadi penyebab terjadinya OSSN, antara lain paparan sinar ultraviolet B (UV-B), status imunokompromais (infeksi HIV dan HPV), Xeroderma Pigmentosum (XP), perokok, paparan derivat dari petroleum dan kondisi xerophthalmia (kekurangan vitamin A).
Manajemen OSSN dapat dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu tindakan pembedahan dan medikamentosa. Tindakan pembedahan dengan cara eksisi merupakan tindakan yang paling sering digunakan pada kasus OSSN. Angka kekambuhan atau rekurensi pasca dilakukan eksisi berkisar 43-51%, sehingga terapi medikamentosa semakin banyak digunakan seiring dengan tingginya angka kekambuhan tersebut.
Kemoterapi topikal dapat menjadi alternatif terapi dari kemungkinan komplikasi prosedur eksisi dengan menggunakan obat golongan antimetabolit yaitu Mitomycin-C (MMC), 5-fluorouracil (5FU) dan interferon α-2b (IFN-α-2b) dimana resiko kekambuhan selama satu tahun setelah eksisi berkurang dari 36% menjadi 11%. Beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya kekambuhan antara lain usia, jenis kelamin, batas tumor, derajat histologis lesi, lokasi, ukuran dari lesi serta ketersediaan terapi tambahan.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian retrospektif menggunakan data rekam medis di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada Januari 2016-Desember 2020. Analisis data untuk menilai hubungan karakter demografi dan klinis terhadap tingkat kekambuhan pasca eksisi dianalisis menggunakan uji koefisiensi kontingensi.
Pada penelitian ini didapatkan jumlah sampel sebanyak 30 pasien dengan subjek terbanyak yang mengalami kekambuhan yaitu laki-laki (6.7%), kelompok usia usia 0-20 tahun, 21-40 tahun dan 41-60 tahun (3.3%), lateralitas pada mata kanan dan kiri (6.7%), lokasi tumor area nasal dan temporal (6.7%), tipe plak, nodul dan difus (3.3%) serta ukuran T1(<5mm)(6.7%).
Dari hasil penelitian observasional selama 5 tahun didapatkan data kekambuhan sebanyak 10%. Terdapat hubungan signifikan antara kondisi demografi dan klinis terhadap tingkat kekambuhan pasien OSSN yang telah dilakukan eksisi tumor yaitu pada lateralitas mata dan lokasi tumor. Temuan ini dapat membantu mengevaluasi dan mengantisipasi pasien dengan diagnosa OSSN.
Penulis: Susy Fatmariyanti, dr. Sp.M
Sumber: The effect of demographic and clinical characteristics toward ocular surface squamous neoplasia (OSSN) recurrence after tumor excision surgery in Dr. Soetomo General Hospital, Indonesia: A literature review. https://www.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/4693





