51动漫

51动漫 Official Website

Hubungan Keberadaan CEO Eks Auditor dan Pengungkapan CSR pada Periode Pengungkapan CSR Sukarela di Indonesia

Foto oleh Inc.

Studi ini menguji hubungan antara keberadaan CEO eks auditor terhadap pengungkapan CSR perusahaan. Pada dasarnya, tata kelola perusahaan merupakan faktor penting dalam keputusan pengungkapan CSR perusahaan, karena sistem tata kelola perusahaan memiliki peran untuk memastikan bahwa perusahaan mematuhi kewajiban sosial mereka. Selain itu, tata kelola perusahaan dapat menentukan sistem, prinsip, dan proses yang diperlukan oleh suatu organisasi dalam menciptakan lingkungan perusahaan yang baik (Camilleri, 2018). Oleh karena itu diperlukan studi bagaimana sistem tata kelola perusahaan, khususnya karakteristik eksekutif perusahaan dalam membuat keputusan pengungkapan informasi terkait kegiatan CSR di perusahaannya. Bahkan, saat ini CEO memiliki peran untuk melakukan alokasi sumber daya yang tepat dan pengambilan keputusan strategis terkait CSR. Studi sebelumnya menyebutkan bahwa karakteristik CEO dapat menjelaskan pengungkapan aktivitas CSR suatu perusahaan (Velte, 2019; Jeong et al., 2021; Petrenko et al., 2016), karena mereka memainkan peran penting dalam meyakinkan pemegang saham mereka bahwa perusahaan dapat memenuhi tujuan pengungkapan CSR.

Berdasarkan teori Upper Echelon, nilai dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang eksekutif dapat mempengaruhi bagaimana mereka membuat keputusan (Hambrick & Mason, 1984), oleh karena itu studi ini tertarik untuk menguji hubungan antar latar belakang pengalaman kerja pada seorang CEO, khususnya auditor, terhadap keputusan strategik terkait pengungkapan informasi CSR perusahaan. Sebab pengalaman kerja semasa menjadi auditor dapat berpengaruh terhadap bagaimana mereka membuat keputusan strategik dalam perusahaan.

Metode Penelitian dan Hasil

Saya berkolaborasi dengan Agnes Aurora Ngelo, Siti Zaleha Abdul Rasid, Iman Harymawan, dan Wulandari Fitri Ekasari menggunakan data sampel perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk tahun 2010-2020. Kriteria pemilihan sampel pada penilitian ini adalah hanya untuk perusahaan-perusahaan yang menerbitkan laporan keberlanjutan (sustainability report). Selain itu, penelitian ini hanya memilih sampel perusahaan dari industri non-keuangan, dengan tidak mengikutsertakan sampel perusahaan kode industri SIC nomor 6. Jumlah observasi akhir dari studi ini adalah sebanyak 581 observasi tahun-perusahaan.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa CEO yang memiliki pengalaman kerja sebagai auditor, cenderung mengungkapkan informasi CSR. Hal ini menujukan bahwa pengalaman kerja sebagai auditor pada seorang CEO dapat memberikan pengaruh bagaimana mereka membuat keputusan strategik perusahaan, khususnya keputusan terkait mengungkapkan informasi CSR. Pengalaman kerja sebagai auditor dapat berkaitan dengan mekanisme pengawasan dari pengungkapan informasi sukarela seperti pengungkapan CSR. Selain itu, pengalaman kerja sebagai auditor juga terbiasa dengan basis kerja untuk memiliki karakteristik professional judgment ketika melakukan tanggung jawab nya, maka mereka cenderung akan lebih siap dan waspada dalam menjalankan bisnis keberlanjutan dengan mengungkapkan informasi terkait kegiatan CSR perusahaan.

Studi ini juga melakukan beberapa analisis tambahan, pertama studi ini menemukan bahwa pelaporan CSR oleh CEO eks auditor lebih menonjol dalam pengungkapan informasi terkait lingkungan dan sosial. Selanjutnya, hubungan positif antara CEO eks auditor dan pengungkapan CSR lebih didorong oleh perusahaan dengan pertumbuhan rendah dan industri digital berteknologi rendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang auditor dari seorang CEO dapat mempengaruhi pengambilan keputusan perusahaan, dan secara khusus meningkatkan informasi terkait CSR dalam laporan keberlanjutan perusahaan.

Hasil studi ini diharapkan mampu meningkatkan literatur dan wawasan terkait praktik CSR pada perusahaan dengan keberadaan CEO eks auditor. Hasil studi ini konsisten setelah dilakukan uji ketahanan menggunakan regresi Heckman two-stage dan Coarsened Exact Matching.

Penulis: Yani Permatasari., S.Ak., MBA.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Ngelo, A.A., Permatasari, Y., Rasid, S. Z. A., Harymawan, I., Ekasari, W. F. (2022). Ex-auditor CEOs and corporate social responsibility (CSR) disclosure: Evidence from a voluntary period of sustainability report in Indonesia. Sustainability, 14, 11418.

AKSES CEPAT