Ikan kerapu cantang merupakan ikan hibrida hasil persilangan antara kerapu macan betina (E. fuscoguttatus) dan kerapu kertang jantan (E. lanceolatus). Hibridisasi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ikan kerapu, menciptakan diversifikasi spesies yang unggul dan memiliki prospek budidaya yang memungkinkan untuk meningkatkan produksi perikanan di masa mendatang. Budidaya kerapu cantang dapat dilakukan menggunakan sistem intensif seperti keramba jaring apung (KJA). Namun, budidaya kerapau di keramba jaring apung sering mengalami kegagalam karena pembudidaya tidak memperhatikan kondisi kualitas air. Kualitas air dapat dijadikan sebagai penunjang kehidupan ikan yang mempengaruhi pertumbuhan dan respon fisiologis, namun hal ini juga dapat menjadi stressor bagi ikan kerapu.
Kualitas air mencakup suhu, kecerahan, kecepatan arus, salinitas, oksigen terlarut, pH, ammonia, nitrit, dan nitrat. Ketika kondisi kualitas air buruk atau mengalami perubahan secara tiba-tiba, maka akan mempengaruhi respon fisiologis ikan seperti perilaku abnormal. Adanya respon ini sebagai evaluasi terhadap respon fisiologis ikan atau respon stress. Respon stress pada ikan dapat dilihat dari perubahan nilai kadar kortisol dan glukosa darah. Nilai glukosa darah dianggap sebagai salah satu indikator yang digunakan untuk mengidentifikasi respon ikan saat mengalami stress.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dan korelasi yang kuat antara kualitas air secara simultan terhadap kadar glukosa darah ikan kerapu cantang di keramba jaring apung. Faktor kualitas air yang paling berpengaruh terhadap kadar glukosa darah ikan kerapu cantang di keramba jaring apung yaitu kecepatan arus, pH, dan oksigen terlarut. Oksigen terlarut erat kaitannya dengan gangguan pernafasan, stress, bahkan kematian. Nitrit, nitrat, dan ammonia dapat menyebabkan toksin dalam air dapat terbawa secara aktif ke dalam insang dan darah ikan, dan dapat menyebabkan stress pada ikan. Kecepatan arus dapat mempengaruhi nilai pH, dan senyawa nitrit, nitrat, dan ammonia dalam air. Arus yang deras akan memaksa ikan untuk berenang dengan kecepatan yang sesuai dengan lingkungannya hingga batas tertentu, sehingga dapat mempengaruhi kondisi biologis dan fisiologisnya yang mengarah ke kondisi stress pada ikan.
Penulis: Dr. Laksmi Sulmartiwi, S.Pi., M.P.
Catatan Informasi detail riset ini dapat dilihat pada tulisan di :
Correlation Between Water Quality to Blood Glucose of Cantang Grouper (E. fuscoguttatus x E. lanceolatus) as an Indicator of Stress in Floating Net Cage
4th International Conference on Fisheries and Marine Sciences, 29 September 2021 Indonesia, C N P Wibowo, Laksmi Sulmartiwi, Sapto Andriyono





