Mempelajari Hubungan struktur-aktivitas kuantitatif (HKSA) bagi ilmu farmasi sangatlah penting. HKSA memiliki peran penting dalam mendesain suatu obat, memprediksi sifat fisiko-kimianya dan pemodelan lingkungan dari suatu obat. Prediksi model HKSA juga digunakan untuk menilai sifat fisik, kimia, dan biologis suatu obat menggunakan software yang sesuai dalam penilaian keamanan suatu obat. Senyawa obat baru yang memiliki potensi unggul juga dapat diperoleh dari penerapan teknik optimalisasi senyawa induk dengan menggunakan pengetahuan yang berasal dari model HKSA.
Dalam dekade terakhir, resistensi terhadap penghambat reseptor-tirosin kinase faktor pertumbuhan epidermal (EGFR-TKI) pada kasus kanker paru telah meluas. Penemuan dan pengembangan obat baru perlu dilakukan untuk mengatasi kasus tersebut. Penelitian ini kami lakukan dalam rangka mengembangkan calon antikanker paru yang potensial yang merupakan senyawa turunan benzamida. Diharapkan senyawa turunan tersebut dapat menghambat pertumbuhan cell line kanker paru manusia yaitu sel kanker A459.
Adapun metode pendekatan studi in-silico yang dikerjakan bersama dengan teknik HKSA berperan penting dalam proses penemuan dan pengembangan obat baru. Dalam penelitian ini, kami berfokus pada pengembangan turunan benzamida yang jauh lebih poten dengan membuat persamaan HKSA terbaik dari 11 senyawa turunan benzamida yang telah diuji secara in-vitro aktivitas antikankernya terhadap sel kanker paru-paru. Persamaan HKSA yang terbaik diperoleh dari senyawa turunan benzamida sebagai aktivitas antikanker terhadap sel kanker paru A549, adalah sebagai berikut: PIC50 = 0.738 (卤 0.217) Log S 0.031 (卤 0.007) rerank + 0.017 (卤 0.016) MR -1.359 卤 (1,381) (n = 11; Sig = 0,003; r = 0,921; R2 = 0,849; F= 13,096; Q2 = 0,61).
Dari hasil HKSA dan prediksi ADMET, senyawa 5 diprediksi memiliki IC50 paling potensial untuk melawan sel kanker paru. Akan tetapi, senyawa tersebut diperkirakan masih lebih beracun dibandingkan erlotinib. Oleh karena itu, Senyawa 4 lebih direkomendasikan untuk disintesis karena masih memiliki potensi IC50 tertinggi kedua, dengan efek toksisitas yang lebih rendah dari erlotinib
Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa persamaan HKSA terbaik dapat menjadi alat untuk mendapatkan model struktur kimia baru yang lebih potensial dan mengurangi uji coba yang berulang.
Penulis: apt. Melanny Ika Sulistyowaty, M.Sc., Ph.D
Untuk informasi yang lebih lengkap dapat dilihat pada artikel aslinya dengan judul:
淨SAR study of benzylidene hydrazine benzamides derivatives with in vitro anticancer activity against human lung cancer cell line A459, pada Journal of Pharmacy and Pharmacognosy Research dengan tautan berikut ini:





