Operasi usus merupakan salah satu tindakan bedah pada anak yang cukup sering dilakukan di negara-negara berkembang, berkisar 12-34% dari seluruh prosedur bedah pada anak. Reseksi usus adalah tindakan dari operasi usus yang dilakukan untuk mengangkat sebagian atau keseluruhan bagian usus. Dampak dari reseksi usus pada anak adalah kondisi yang disebut Short Bowel Syndrome (SBS) atau sindrom usus pendek. Panjang usus yang pendek sehingga tubuh anak tidak dapat menyerap nutrisi tidak secara optimal. Nutrisi parental atau parental nutrition adalah intervensi yang dilakukan untuk mencukupi gizi anak melalui infus. Walaupun bermanfaat dalam pemenuhan nutrisi anak, namun nutrisi parental juga menyebabkan masalah kesehatan apabila di lakukan dalam jangka panjang antara lain infeksi berat (sepsis), gangguan hati, gangguan ginjal bahkan juga jika parah bisa menyebabkan kematian. Nutrisi parental perlu dihentikan supaya tidak menyebabkan dampak yang parah pada anak.
Citrulline adalah zat yang terdapat di usus halus dan di produksi oleh sel-sel usus halus. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kadar citrulline secara berkala dapat dilakukan sebagai petunjuk dalam menentukan waktu nutrisi parental perlu dihentikan. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa apabila kadar citrulline lebih 10 渭mol/L di awal pemeriksaan dan meningkat lebih dari 25% pada pemeriksaan berikutnya, maka usus anak sudah bisa menyerap nutrisi dengan cukup. Kadar citrulline yang meningkat menunjukkan bahwa usus pada anak sudah mulai bekerja lebih baik. Penelitian yang membahas tentang hubungan operasi usus dan kadar citrulline pada anak masih sangat terbatas. Penting dari penelitian yang dilakukan secara mendalam terutama di negara berkembang dikarenakan komplikasi akibat operasi usus sangat berdampak pada tumbuh kembang anak.
Penelitian kami lakukan pada bayi dan anak yang berusia 0-17 tahun dengan diagnosis gangguan usus halus. Sampel penelitian kami melibatkan pasien bayi dan anak di Bangsal Rawat Inap Anak dan Bedah RSUD Dr. Soetomo pada bulan April dan Juli 2023 sebanyak 25. Sampel yang terlibat dalam penelitian tidak mengalami Citrullinemia atau gangguan metabolik kongenital lainnya, tidak mengalami gangguan usus halus yang disebabkan usus halus,dan bukan pengguna obat-obatan terlarang. Pengambilan sampel darah dilakukan sebelum pemberian nutrisi parenteral (hari pertama dan hari ketiga) dan setelah pemberian nutrisi parenteral (dalam jangka waktu 2 minggu) di Laboratorium Rumah Sakit 51动漫.
Penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa kadar citrulline pada anak yang menjalani operasi usus lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak menjalani operasi. Selain itu, terdapat peningkatan kadar citrulline pada anak seiring waktu setelah pemberian nutrisi parental. Penelitian sebelumnya yang dilakukan terhadap 55 anak dengan SBS yang diikuti selama empat tahun menujukkan peningkatan yang signifikan kadar citrulline pada anak yang dapat menghentikan nutrisi parental. Selain itu penelitian juga menjelaskan bahwa kenaikan 1 kadar citrulline pada anak meningkatkan kemungkinan penghentian nutrisi parental hingga 2,7 kali lipat. Penelitian lain terhadap 31 anak dengan SBS melaporkan bahwa kadar citrulline pada anak meningkat seiring waktu selama penghentian nutrisi parental.
Kadar citrulline pada anak dipengaruhi oleh bagian yang diangkat saat operasi. Penelitian yang kami lakukan melaporkan jika usus halus bagian atas (duodenum dan jejunum) lebih banyak memproduksi citrulline dibandingkan bagian bawah (ileum). Walaupun usus halus bagian atas beresiko tinggi namun kehilangan ileum juga menyebabkan masalah serius antara lain gangguan penyerapan, diare dan jangka waktu nutrisi parental akan semakin lama. Selain itu, kehilangan Kehilangan katup ileosekal (batas antara usus halus dan usus besar) juga dapat menyebabkan infeksi usus akibat pertumbuhan bakteri yang berlebih. Kadar citrulline pada anak juga menunjukkan hubungan dengan lama pasien dirawat di rumah sakit dan durasi pemberian nutrisi parental, namun tidak berhubungan langsung dengan status gizi anak.
Citrulline dalam darah sebagai salah satu penanda biologis yang dapat berguna untuk melihat kondisi usus khususnya dalam penyerapan nutrisi. Kadar citrulline dapat membantu tenaga medis dalam pemantaua kondisi usus, proses adaptasi usus pascaoperasi, dan perencaan pemberian nutrisi yang tepat. Penelitian ini menjadi studi pertama di Indonesia yang membahas gangguan usus dengan kadar citrulline pada anak. Walaupun penelitian yang dilakukan masih memiliki beberapa keterbatasan antara lain cakupan lokasi yang terbatas, durasi pelaksanaan yang singkat, serta jumlah partisipan yang relatif sedikit. Perlu ada penelitian lebih lanjut dengan jumlah peserta dan cakupan lokasi yang yang lebih luas, serta jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu juga penelitian selanjutnya perlu lebih mendalam dengan mengevaluasi faktor-faktor yang yang mempengaruhi kadar citrulline.
Penulis: Dr. Alpha Fardah Athiyyah, SpA(K)
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Soehalino, Athiyyah AF, Ranuh RG, Darma A, Sudarmo SM, Sumitro KR. Correlation Between Parenteral Nutrition and Citrulline Levels of Pediatric Patients Who Underwent Surgery for Intestinal Disorders in Indonesia. Korean J Gastroenterol. 2025 Apr 25;85(2):179-184. doi: 10.4166/kjg.2024.122. PMID: 40276836.





