51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Hubungan Pola Diet Terhadap Prevalensi Hipertensi Masyarakat Jawa Timur Tahun 2013-2018

Foto by Cianjur Today

Hipertensi masih menjadi penyebab utama kematian di negara-negara di dunia, termasuk Indonesia dengan angka prevalensi 34,1%. Berbagai studi telah melaporkan adanya hubungan antara pola diet dengan kejadian hipertensi. Namun risiko ini bervariasi dan tergantung dengan karakteristik daerah dan masyarakatnya, sehingga diperlukan studi korelasi untuk dapat menentukan strategi intervensi preventif pada setiap daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola diet dengan kejadian hipertensi di Provinsi Jawa Timur.

Berbagai studi telah melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara sejumlah faktor risiko dengan kejadian hipertensi. Pola diet tidak sehat, status nutrisi berlebih berdasarkan indeks masa tubuh, peningkatan profil lipid, kebiasaan konsumsi rokok dan alkohol, inaktivitas fisik, status psikososial, hingga akses jangkauan ke pelayanan kesehatan telah dilaporkan sebagai sejumlah faktor risiko dapat diubah yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi selain faktor-faktor yang tidak dapat diubah seperti genetika, usia, dan jenis kelamin. Faktor-faktor ini memiliki kekuatan risiko yang bervariasi dari suatu lokasi dan lokasi lain tergantung dengan karakteristik daerah dan masyarakatnya, sehingga diperlukan analisa tersendiri untuk dapat menentukan strategi intervensi preventif yang efektif pada setiap daerah.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif berbasis data sekunder dengan rancangan berupa studi korelasi epidemiologi deskriptif. Populasi adalah seluruh rumah tangga di kabupaten dan kota provinsi jatim yang termasuk dalam kerangka sampel susenas 2018. Sampel merupakan hasil multistage random sampling dari blok sensus dalam kerangka sampel riskesdas 2018 yang sudah berbentuk data agregat laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Provinsi Jawa Timur dari tahun 2013 “ 2018.

Pada studi ini terdapat tiga variabel yaitu kebiasaan makan asin ≥ 1 kali per hari, kebiasaan minum minuman manis ≤3 kali perbulan, dan kebiasaan tidak mengkonsumsi buah dan sayur. Berdasarkan nilai kuat hubungan antara veriabel prediktor dengan prevalensi secara berurut dari yang paling besar ke paling kecil adalah kebiasaan tidak mengkonsumsi buah dan sayur, kebiasaan minum minuman manis ≤3 kali perbulan, dan kebiasaan makan asin ≥ 1 kali per hari. Analisis multivariat regresi linier ganda menunjukkan kebiasaan makan asin ≥ 1 kali per hari berhubungan dengan angka kejadian hipertensi.

Pola diet makanan asin berhubungan dengan kejadian hipertensi Provinsi Jawa Timur, yaitu kebiasaan makan asin ≥ 1 kali per hari berhubungan dengan menurunnya angka kejadian hipertensi. Pola diet makanan berlemak, berkolesterol, dan gorengan tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi Provinsi Jawa Timur. Pola diet minuman manis berhubungan dengan kejadian hipertensi Provinsi Jawa Timur, yaitu kebiasaan minum minuman manis ≤3 kali perbulan berhubungan dengan menurunnya angka kejadian hipertensi. Pola diet buah dan sayur berhubungan dengan dengan kejadian hipertensi Provinsi Jawa Timur, yaitu kebiasaan tidak mengkonsumsi buah dan sayur berhubungan dengan menurunnya angka kejadian hipertensi. Pola diet makanan dibakar tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi Provinsi Jawa Timur.

Penulis: , , , , 

Link : https://e-journal.unair.ac.id/MGI/article/view/38263

AKSES CEPAT