UNAIR NEWS ), 51动漫 mengadakan talkshow pengelolaan keuangan bagi mahasiswa KIP-K. Kegiatan itu sekaligus menjadi perayaan HUT ke-13 AUBMO pada Sabtu (11/11/2023). Acara itu berlangsung di Aula Student Center lantai 3, Kampus MERR-C.
Pagelaran itu mengusung tema 淢engatur Keseimbangan Finansial dan Hedonisme Mahasiswa KIP-K dalam Mencari Kenyamanan tanpa Mengorbankan Masa Depan. Pada kesempatan itu, Lina Nugraha Rani SE M SEI selaku Dosen Departemen Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Bisnis hadir sebagai pembicara.
Manajemen Finansial Keuangan
Menurut dosen Departemen Ekonomi Syariah itu, alasan mahasiswa kesulitan mengatur finansial keuangan adalah kurangnya kedisiplinan dalam hal mengelola manajemen pendapatan dan pengeluaran. Selain itu, gaya hidup yang hedonisme menjadi faktor penghambat mahasiswa dalam memenuhi biaya hidup.
淪aya rasa manajemen finansial keuangan bagi mahasiswa tergantung dari gaya hidup dan lingkungan pertemanan. Mahasiswa yang lebih mementingkan gengsi ketimbang gaya hidup pastinya akan kesulitan untuk mengelola keuangan mereka, tuturnya.
淪aran saya, mahasiswa harus melakukan klasifikasi antara kebutuhan dan keinginan terkait biaya hidup. Misalnya dalam hal berbusana, kita tidak harus memakai barang mahal namun rapi, jelasnya.
Lebih lanjut, ia menceritakan pengalamannya ketika menghadapi tantangan bertahan hidup saat menjadi mahasiswa. Tantangannya adalah dimana ia terpaksa menekan pengeluaran ketika pendapatan yang masuk tidak cukup untuk memenuhi biaya hidup.
淜etika dahulu menjadi mahasiswa, uang saku saya hanya 3000 dalam sehari. Tantangan yang saya dapat kala itu saat kebutuhan yang mendesak seperti keperluan organisasi dan tugas kuliah, saya harus menghemat pengeluaran demi memenuhi keperluan tersebut. Misalnya adalah saya lebih memilih untuk membawa bekal ketimbang membeli makan di kantin, ujarnya.
Selanjutnya, Bu Lina menjelaskan bahwa penampilan yang mewah tidak menjamin mahasiswa memiliki kecerdasan intelektual. Namun, pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki lebih penting ketimbang pakaian yang mahal.
淪aat ini, menurut saya mahasiswa tidak lagi mementingkan kebutuhan primer dalam hidupnya. Terlebih, jika lingkungan pertemanan mereka yang memiliki gengsi yang tinggi dalam hal berpakaian. Maka dari itu, mahasiswa rela melakukan pinjaman online demi memenuhi keinginan yang tidak perlu, tambahnya.
淢irisnya, tidak sedikit mahasiswa yang menerima bantuan bidikmisi yang rela merogoh kocek dan melakukan pinjol hanya karena mengikuti gaya hidup teman-temannya yang mewah. Kekeliruan itu yang harusnya mahasiswa ubah. Cara yang tepat adalah dengan menurunkan gengsi dan berani untuk menolak ajakan teman yang mengajak untuk berfoya-foya, pungkasnya.
Penulis: Christopher Hendrawan
Editor: Nuri Hermawan





