Laut Merah (Red Sea) memiliki keanekaragaman hayati perikanan yang tinggi. Hal ini dikarenakan Laut Merah sangat luas, membentang dari Suez hingga Selat Bab-el-Mandeb, dengan panjang lebih dari 2000 km dan lebar 200“300 km. Laut Merah juga memiliki wilayah terumbu karang yang mencapai 16.000 km2 dimana terumbu karangan adalah ekosistem yang penting untuk ikan karena digunakan sebagai tempat berlindung, memijah, dan mencari makan. Lebih dari 1100 spesies ikan telah diidentifikasi di Laut Merah. Di antara negara-negara yang berbatasan dengan Laut Merah, Arab Saudi merupakan negara dengan garis pantai yang paling luas. Arab Saudi memiliki total garis pantai sepanjang 7572 km, termasuk Laut Merah di bagian barat dan Teluk Arab (Arabian Gulf) di sebelah timur.
Identifikasi ikan di Laut Merah (Red Sea), khususnya di Arab Saudi, telah dimulai dari tahun 1970an hingga sekarang. Hal ini dikarenakan tingginya keanekaragaman hayati ikan yang di Arab Saudi. Identifikasi merupakan proses untuk menentukan atau mengenali spesies berdasarkan karakteristik uniknya. Identifikasi adalah langkah awal yang dilakukan untuk memahami dan mempelajari organisme tersebut. Hasil dari identifikasi ini adalah penamaan organisme yang ingin diketahui. Penamaan organisme secara sistematis memungkinkan para ilmuwan untuk mengidentifikasi dan membedakan berbagai spesies dengan tepat. Tanpa penamaan yang konsisten dan standar, akan sulit untuk mengetahui spesies mana yang sedang dibahas. Identifikasi keanekaragaman ikan sangat penting untuk dilakukan untuk konservasi, keamanan pangan dan obat-obatan serta pengelolaan perikanan berkelanjutan. Banyak pendekatan telah digunakan untuk melakukan identifikasi spesies pada ikan, mulai dari cara konvensional hingga pemanfaatan DNA.
Metode dan Hasil
Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah konsep review jurnal dimana peneliti melakukan identifikasi dan analisis melalui data primer terkait identifikasi ikan di Arab Saudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik identifikasi secara konvensional (morfometrik dan meristik) masih dilakukan di Arab Saudi. Teknik morfometrik dan meristik adalah metode yang digunakan untuk mengukur dan menganalisis bentuk dan ukuran organisme, baik dalam skala makroskopik maupun mikroskopik. Metode ini dilakukan oleh peneliti secara langsung dengan mata telanjang meski masih menggunakan bantuan mikroskop atau alat bantu lainnya. Teknik konvensional masih dilakukan karena keunggulannya yaitu tidak membutuhkan biaya mahal, mendapatkan hasil secara cepat, dan tidak membutuhkan banyak bahan kimia. Namun, teknik ini masih memiliki kelemahan yaitu subyektifitasnya yang tinggi. Selain itu, teknik ini juga tidak bisa mengidentifikasi ikan dengan kondisi tubuh ikan yang tidak lengkap atau masih telur.
Tidak hanya teknik konvensional, identifikasi ikan di Arab Saudi juga sudah dilakukan dengan memanfaatkan DNA atau molekuler. Identifikasi DNA merujuk pada proses penggunaan informasi genetic untuk mengenali dan memverifikasi spesies atau individu. Metode ni tidak berbasis morfologi (bentuk dan ukuran fisik) sehingga obyektifitas dan keakuratannya tinggi. Metode ini dapat dilakukan tanpa perlu kondisi organisme ikan dengan tubuh yang lengkap, bahkan masih telur.
Melalui artikel ini peneliti berharap dalam proses identifikasi makhluk hidup, terutama ikan harus terus dilakukan baik secara konvensional maupun molekuler. Identifikasi ikan yang akurat memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pelestarian dan perlindungan spesies ikan yang terancam punah atau berada dalam ancaman kepunahan. Apabila identifikasi yang dilakukan tidak akurat, para ilmuwan dan pihak berwenang akan kesulitan untuk menentukan status konservasi spesies ikan, apakah mereka termasuk dalam kategori terancam punah, rentan, atau tidak ada ancaman. Tanpa identifikasi yang tepat, akan sulit untuk memantau populasi dan menetapkan kebijakan yang efektif. Peneliti juga berharap identifikasi ikan tidah hanya dilakukan di laut merah, tapi juga di perairan Indonesia.
Penulis: Muhammad Browijoyo Santanumurti, S.Pi., M.Sc.
Link:
Baca juga: Mengungkap Rahasia Genetik Ikan Grunter (Pomadasys Perotaei)





