Kasus kekejaman dapat terjadi pada hewan liar, hewan ternak, dan hewan peliharaan. Kekejaman terhadap kucing menjadi latar belakang penelitian ini karena banyak kasus kekejaman terhadap kucing yang belum dilaporkan meskipun jumlahnya masih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengenceran darah kucing yang masih dapat dideteksi oleh Leucomalachite Green (LMG) dan reagen Takayama. Tiga sampel darah kucing domestik diencerkan dengan perbandingan 1:10; 1:100; 1:1.000; 1:10.000; dan 1:100.000. Noda darah dibuat dengan cara meneteskan setiap pengenceran darah pada kertas saring untuk uji LMG dan pada kaca objek untuk uji Takayama. Noda darah untuk uji LMG dilakukan dengan sepuluh kali pengulangan dari setiap sampel dan duplo untuk uji Takayama. Hasil positif dari uji LMG ditunjukkan dengan adanya perubahan warna hijau kebiruan pada noda. Hasil positif dari uji Takayama adalah terbentuknya kristal hemochromogen di bawah mikroskop dengan perbesaran 400x. Berdasarkan penelitian ini, bercak darah kucing dapat dideteksi dengan reagen LMG hingga pengenceran 1:40.000, sedangkan reagen Takayama hanya dapat mendeteksi bercak darah kucing hingga pengenceran 1:1.000. LMG dan reagen Takayama merupakan reagen yang sering digunakan dalam pengujian bercak darah manusia. Jika terjadi kasus kekerasan terhadap kucing dan hewan lainnya, kedua reagen ini dapat diandalkan untuk membantu proses pembuktian.
Prof. Dr. Tita Damayanti Lestari, drh., M.Sc.





