51动漫

51动漫 Official Website

IDSC FEB UNAIR Gelar Webinar Series, Bahas Green Economy dan Tips Menulis Paper

Penyampaian materi oleh Moh. Najikhul Fahri, SE MSE AWP mengenai green economy pada Sabtu (31/8/2025) (dok: pribadi)
Penyampaian materi oleh Moh. Najikhul Fahri, SE MSE AWP mengenai green economy pada Sabtu (31/8/2025) (dok: pribadi)

UNAIR NEWS – Di tengah isu perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya, Indonesia saat ini tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengupayakan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Menanggapi isu ini, salah satu rangkaian acara , Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) 51动漫 (UNAIR) menggelar IDSC Webinar Series secara daring pada Sabtu hingga Minggu (30-31/8/2025).  

Webinar hari pertama menghadirkan Moh. Najikhul Fahri, SE MSE AWP selaku dosen dari Universitas Diponegoro dan Konsultan Pembangunan Ekonomi pada Asian Development Bank (ADB). Dalam sambutannya, Antonio Billydharma Pangestu selaku KOC IDSC 2025 menyampaikan kegiatan ini ia bentuk guna membekali calon peserta saat mengikuti conference call for paper dan international business case competition.听

淗ari ini menandai awal dari rangkaian IDSC Webinar Series. Kegiatan ini kami rancang untuk mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi. Tidak hanya memberikan wawasan, sesi ini juga menghadirkan pengalaman berharga dari pemenang kompetisi tahun lalu, ucap Billy.

Moh. Najikhul Fahri, SE MSE AWP memaparkan potensi green economy research di masa depan (dok: pribadi)
Circular Economy sebagai Implementasi Green Economy di Indonesia

Membahas mengenai ekonomi hijau, Fahri menyampaikan esensi dari praktik ini adalah transformasi dari aktivitas ekonomi yang semula menghasilkan polusi menjadi ramah lingkungan dengan mengurangi resiko dan dampak ekologis. 

淒alam menciptakan praktik ekonomi hijau, perubahan yang diperlukan meliputi aspek teknologi dan tenaga kerja. Jika tenaga kerja yang direkrut tidak memiliki wawasan lingkungan, maka perusahaan akan menghadapi tantangan besar untuk tetap memproduksi secara efisien tanpa memperbesar jumlah polusi yang dihasilkan, ujar Fahri.

Fahri menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi hijau. Salah satu strategi utama menuju ekonomi hijau adalah circular economy. Sirkular ekonomi menekankan pada penggunaan barang dalam jangka waktu lama. 

淒alam jangka pendek, ekonomi sirkular kami harapkan dapat membantu mengejar efisiensi pembangunan hijau. Untuk meminimalkan polutan, budaya circular economy harus diperkuat dengan penggunaan produk dalam periode lebih lama, bukan hanya sekali pakai. Konsep ini harus menjadi pola pikir kita sebagai homo economicus, yang tidak hanya memaksimumkan kepuasan dengan informasi terbatas, tetapi juga memahami dampak manusia terhadap kelestarian satwa dan lingkungan, jelas Fahri.

Tips Menemukan Research Gap demi Menciptakan Paper Berkualitas

Sebagai bentuk persiapan Conference Call for Paper, IDSC Webinar Series juga memberikan tips menulis karya ilmiah berkualitas. Dalam membangun karya ilmiah berkualitas, Fahri menekankan pentingnya kemampuan memahami kesenjangan penelitian. Hal ini penting agar penelitian kita punya nilai tambah, bukan hanya mengulang penelitian yang sudah umum. 

Fahri menambahkan bahwa dalam seiring jalannya penelitian, ia bertemu berbagai jenis gap seperti knowledge gap, digital gap, methodological gap, ethical gap, dan sebagainya. Alasan utama membangun penelitian adalah untuk memperbaiki atau mengisi gap-gap tersebut. Namun, menurut Fahri, satu gap saja biasanya tidak cukup.听

淗anya menggunakan evidence gap tidak akan kuat jika penelitian yang telah ada sifatnya sama dengan penelitian sebelumnya. Karena itu, membangun research gap sebaiknya memanfaatkan dua atau tiga gap yang saling mendukung, terang Fahri.听

Penulis: Kania Khansanadhifa Kallista
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT