n

51动漫

51动漫 Official Website

Ika Prastiani Tak Berjuang Sendiri Untuk Jadi Wisudawan Terbaik

IKA PRASTIANI (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Mengangkat judul penelitian 淗ubungan Antara Lingkungan Fisik, Kimia, Sosial Budaya dengan Kepadatan Jentik (Studi di Wilayah Kec. Gunung Anyar Kota Surabaya), mengantarkan Ika Prastiani menjadi wisudawan terbaik S1 FKM 51动漫. Perempuan kelahiran Surabaya, 3 Oktober 1994 ini mengaku tertarik dengan penelitian ini karena sebagai mahasiswa yang terjun di dunia kesehatan, baginya penting untuk meneliti lebih jauh tentang kejadian DBD.

淚ndonesia sendiri memiliki risiko tinggi terhadap penularan penyakit DBD, karena virus dan nyamuk sebagai vektor penularnya telah tersebar di seluruh wilayah mulai pedesaan hingga perkotaan, baik di permukiman dan tempat umum. Untuk itu saya tertarik meneliti hubungan antara faktor lingkungan dengan kepadatan jentik yang dapat berpotensi menyebabkan penyakit DBD, terangnya.

Anak pertama dari dua bersaudara ini menuturkan, selama menempuh pendidikan S1 di FKM UNAIR, tak terlalu aktif di organisasi. Meski demikian, ia bukanlah tipikal mahasiswa kuliah-pulang kuliah-pulang. Baginya, apapun tanggungjawab yang dipilih nanti tidak boleh dilakukan setengah-setengah, apalagi sampai lalai melupakan tanggungjawabnya. Sebagai mahasiswa ia lebih mengutamakan serius kuliah dan hanya mengikuti beberapa organisasi.

漌alaupun saya tak banyak mengikuti organisasi namun juga rajin mengikuti workshop dan kegiatan kepanitian atau event-event karena sifatnya tidak terikat, dan saya tetap bisa mendapat pengalaman dan manfaat melalui kegiatan kepanitian tersebut, terangnya.

Penggemar novel dan menonton film ini juga tidak menyangka dirinya terpilih menjadi wisudawan terbaik. Sebab ia menilai rekan seperjuangannya ketika kuliah banyak yang punya kemampuan lebih darinya.

淪ebenarnya saya tidak menyangka kenapa saya terpilih jadi wisudawan terbaik? Karena saya pribadi merupakan saksi bahwa sebenarnya teman-teman seangkatan yang lain banyak yang lebih hebat dibandingkan saya, imbuhnya.

Bagi Ika, membuat keluarga bangga memang motivasinya. Karenanya ia terus berusaha sebaik mungkin melakukan berbagai hal. Baginya, perlu banyak usaha dan kerja keras yang harus dilakukan, tapi keyakinannya bahwa usaha tidak ada yang mengkhianati hasil.

淛adi, kalau kita menginginkan sesuatu maka kita harus benar-benar berusaha mencapainya, intinya hanya fokus. Tapi saya tidak berjuang sendiri, namun juga doa orang tua, doa keluarga dan dukungan teman-teman, pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Dilan Salsabila.

AKSES CEPAT