UNAIR NEWS (ILSA) Chapter 51动漫 (UNAIR) menggelar webinar A Day to Be a Mooter. Webinar ini bertajuk Mooting Your Way to Success: The Career Impact of International Moot Court Community (IMCC). Acara tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (12/4/2025).
Presiden ILSA Chapter UNAIR, Jane Natasha membuka acara bersama Project Officer, Joan Katherine Fransisca. Dalam sambutannya, Joan berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk mengenal moot court. Joan juga menekankan bahwa A Day to be a Mooter bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang belajar yang terbuka bagi semua calon mooter.
淏eberapa peserta mungkin sudah familiar dengan moot court, namun banyak juga yang baru mulai tertarik. Webinar ini kami rancang agar semua peserta merasa terlibat dan terinspirasi. Kami ingin membuktikan bahwa semua mahasiswa punya peluang yang sama untuk berkembang melalui moot court, jelasnya.
IMCC Wadah Pengembagan Diri
Sesi pertama menghadirkan Arya Raditya Tjahjono SH, alumnus (FH) UNAIR yang kini bekerja sebagai Trainee Associate di firma hukum Hiswara Bunjamin dan Tanjung. Arya membagikan pengalamannya mengikuti berbagai kompetisi moot court internasional, seperti International Humanitarian Law (IHL), International Criminal Court (ICC), dan Asia Cup.
Arya merasa bahwa IMCC melatih keterampilan penting seperti public speaking, legal writing, dan pemikiran hukum yang terstruktur. 淜etika menulis nasihat hukum untuk klien, saya harus menyusunnya dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, seolah-olah klien tidak memiliki latar belakang hukum sama sekali. Pola pikir seperti itu saya latih dari pengalaman menyusun memorial dalam moot court, ujarnya.
Menurutnya, IMCC juga membuka peluang lebih luas, mulai dari membangun koneksi hingga mendapat kesempatan magang atau direkrut langsung oleh praktisi. 淚MCC itu bukan soal menang atau kalah. Kita dilatih berpikir cepat, merespons tepat, dan tetap tenang di bawah tekanan. Ini seperti membentuk kesiapan menghadapi dunia profesional, tambahnya.
Strategi Orasi Efektif dalam Kompetisi
Sesi kedua menghadirkan Harjo Winoto SH MMP, praktisi hukum yang juga pernah menjadi juri dalam berbagai kompetisi moot court. Dalam pemaparannya, Harjo menjelaskan pentingnya memahami latar belakang juri dalam menentukan strategi penyampaian argumen. Menurutnya, peserta juga perlu menyesuaikan gaya orasi dengan karakter juri yang mereka hadapi.
淜ita bisa bertemu juri dari latar akademisi, praktisi, hingga Non-Governmental Organization (NGO). Setiap juri punya cara berpikir yang berbeda. Ada yang sangat literal, mempersoalkan pilihan kata. Ada pula yang fokus pada logika dan struktur argumen, jelasnya.
Selain ketepatan argumen, Harjo menyoroti pentingnya spontanitas dan kemampuan membangun suasana. Menurutnya, kemampuan tertinggi seorang oralis adalah ketika mampu mencairkan suasana tanpa kehilangan fokus.
淒i tingkat tertinggi, orator yang mampu membuat juri tertawa justru menonjol. Itu tanda bahwa ia percaya diri. Hal tersebut pastinya membutuhkan improvisasi serta kecerdasan dalam membaca suasana, tutupnya.
Penulis: Fania Tiara Berliana Marsyanda
Editor: Edwin Fatahuddin Ariyadi Putra





