UNAIR NEWS – Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan () 51动漫 (UNAIR) bersama Airlangga Equine Club adakan Kajian Istimewa Nasional (Kajisnas) x Hearing Opinions On Vital Equine Safety (Hooves) 2025. Acara tersebut berlangsung pada Minggu (7/9/2025) secara daring melalui Zoom Meeting. Mengangkat tema Aid for Carriage Horse Indonesia, kegiatan tersebut menghadirkan Karin Franken, founder sekaligus chief executive officer Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Domestic Indonesia.
Program Kuda Pekerja sebagai Respons
JAAN merupakan organisasi nonprofit yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan hewan di seluruh pelosok Indonesia. Karin menuturkan, selama ini JAAN mendapat banyak laporan tentang kondisi kuda yang kurang terurus. kondisi tersebut menjadi latar belakang terbentuknya program Peduli Kuda Pekerja.
淧ada 2009, masalahnya benar-benar parah. Jadi belum pernah tersentuh sama animal welfare activist. Jadi kuda-kuda ini sangat menderita, tidak ada pengetahuan (pemilik kuda, red) sama sekali tentang kesejahteraan kuda, jelas Karin.
Pada 2011, JAAN mendirikan pusat yang menyediakan fasilitas untuk kuda disertai pelatihan dan edukasi kepada pemilik delman. Namun, pusat tersebut tutup pada 2015 karena ketidaktaatan para pemilik delman dalam mematuhi regulasi yang ditetapkan.
Edukasi sebagai Langkah utama
Lebih lanjut, Karin melihat penyebab masalah kuda pekerja saat ini multilayer. Salah satunya karena pemilik kuda yang tertutup, putus asa, bahkan tidak mengizinkan untuk dibantu. Namun JAAN terus berusaha melalui berbagai pendekatan, sehingga berhasil dalam menjalin hubungan baik. Program utama yang Karin gagas menitikberatkan pada edukasi. 淓dukasi sangat penting, karena tanpa edukasi tidak akan ada perubahan, jelasnya.
Di lapangan, ia menemukan banyak pemilik kuda yang berlaku keras kepada kudanya agar tunduk, padahal justru berbahaya. 淚tu menjadi priority untuk edukasi bahwa untuk kontrol kuda bukan seperti itu. Karena banyak sekali abuse yang terjadi di komunitas delman karena ketidaktahuan how to handle-nya, tuturnya.
Karin melihat ketidakpastian dan sedikitnya pemasukan dari pekerjaan ini sulit untuk menghantarkan pada kesejahteraan. Sehingga melalui JAAN, banyak diskusi sekaligus penyampaian edukasi mengenai transisi pekerjaan dari penarik delman ke profesi lain.
Komitmen dalam Berdampak
JAAN memulai program percontohan untuk mendaftarkan semua pemilik kuda dan memberi kartu identitas serta buku kesehatan untuk kuda, dilanjutkan membuat MoU dengan Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas program di seluruh Jakarta.
Pada 2020-2023, JAAN telah merawat 2477 kuda yang disertai dengan vaksinasi tetanus dan pemberian obat cacing. Sebanyak 927 pemilik dan pengemudi kuda menerima bantuan sembako, khususnya di masa Covid-19.
JAAN gencar berikan vaksinasi tetanus di seluruh kuda di DKI Jakarta. 淭ahun ini tahun ketiga, thank god tidak ada lagi kuda yang meninggal karena tetanus. Sebelum kita mulai vaksinasi ini dulu sering sekali (terjadi, red), setiap bulan pasti ada aja kuda yang kena tetanus, paparnya.
Penulis: Uswatun Khasanah
Editor: Yulia Rohmawati





