n

51动漫

51动漫 Official Website

Imam Muda Masjid Ulul Azmi Ajak Mahasiswa Cinta Masjid dan al Quran

Nuruddin, Imam Muda Masjid Ulul Azmi Kampus C 51动漫 Surabaya. (Foto: Dokumen Pribadi)

UNAIR NEWS Belajar menjadi imam sudah dimulainya di pondok sejak masih menempuh pendidikan di tingkat Madrasah Aliyah (MA). Selain itu, berbekal dari pengalaman menjadi bilal saat sholat jumat dan pelatihan tilawah membuat Nuruddin kini menjadi imam muda di Masjid Ulul Azmi Kampus C 51动漫.

Merantau dari Sumenep sejak 2009, Nuruddin mengatakan pengalamannya menjadi imam di Surabaya dimulai sejak tahun 2012. Saat itu, Nuruddin dipercaya menjadi imam di Masjid Al Muslimun di daerah Rungkut Barata selama setahun lebih. Kemudian dirinya mulai mendapatkan kepercayaan untuk menjadi imam di beberapa masjid.

淪ejak saat itu, sampai saat ini saya sudah mengimami 7 masjid di Surabaya. Jadi begitulah kehidupan saya di Surabaya, kuliah sambil aktif di masjid, tambahnya.

Mengenai perjalanannya menjadi imam muda di Masjid Ulul Azmi, mahasiswa yang sedang menempuh S2 Sains Ekonomi Islam tersebut mengatakan jika dirinya disalurkan oleh salah satu lembaga amil zakat untuk menjadi imam di Masjid Ulul Azmi. Sejak November 2016, Nuruddin resmi menjadi imam muda Masjid Ulul Azmi.

淵ang menyalurkan saya ke Masjid Ulul Azmi adalah salah satu lembaga dakwah dari salah satu lembaga amil zakat yang bekerja sama dengan masjid-masjid, jelas imam muda kelahiran 1987 tersebut.

Nuruddin menuturkan, yang mendorong dirinya untuk aktif di masjid karena selain dapat menjaga sholat lima waktu secara berjamaah, masjid juga membuat hatinya merasa tenang. Di samping itu, dirinya juga terdorong untuk mendapatkan naungan di hari kiamat.

淒alam hadits dikatakan ada 7 golongan yang akan mendapat naungan di Hari Kiamat yaitu salah satunya laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid. Jadi itu menjadi harapan saya semoga di akhir kelak mendapatkan naungan itu, tambahnya.

Selain kesibukannya menempuh pendidikan dan menjadi imam di Masjid Ulul Azmi, Nuruddin juga mengisi kajian mengenai Tahsin. Hal tersebut atas permintaan rekannya di Masjid Ulul Azmi untuk mengisi kajian yang diadakan setiap sore.

Namun, Nuruddin merasa senang bisa menjadi imam muda di Masjid Ulul Azmi. Selain masjidnya yang indah dan besar, Nuruddin juga bisa mengimami orang besar sekelas doktor maupun profesor. Dan menjadi tantangan bagi dirinya untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

淯ntuk temen-temen mahasiswa jangan sampai melupakan al Quran dan Masjid. Sesibuk apapun kegiatan di kampus tetap kita harus menjaga sholat lima waktu terutama berjamaah. Selain excellence dalam ilmu dunia, namun ilmu agama dan moral juga harus tetap terjaga, pungkasnya.

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT