51动漫

51动漫 Official Website

Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Membangun Model Stunting pada Balita

Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Membangun Model Stunting pada Balita
Ilustrasi stunting (Foto: Orami)

Gizi buruk pada anak di bawah lima tahun merupakan masalah krusial di Indonesia. Stunting merupakan suatu kondisi gizi buruk yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Dari data kesehatan, beberapa faktor yang mempengaruhi (faktor risiko) kondisi stunting. Beberapa faktornya adalah jenis kelamin, kelahiran berat badan, tinggi badan lahir, umur, berat badan menurut umur, berat badan menurut tinggi badan, lingkar lengan atas, dan tinggi badan menurut umur.

Serangkaian proses dalam penelitian ini adalah penanganan missing value dengan cara imputasi, pemeringkatan fitur berdasarkan nilai kepentingan dan mengklasifikasikan kombinasi faktor risiko penyebab stunting menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Hasilnya penelitian ini adalah pembentukan model untuk menentukan stunting status dalam deteksi dini stunting pada anak dibawah 5 tahun usia (balita). Penelitian menunjukkan bahwa stunting bersifat generalisasi model menggunakan metode ANN terbaik ketika menggunakan ukuran tes 0,2 dan jumlah lapisan tersembunyi yang digunakan adalah 2 dengan masing-masing 32 node. Model terbaik ditunjukkan oleh kombinasi 4 hal penting fitur.

Dari data yang kami peroleh dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya Pelayanan, beberapa faktor risiko dipilih dalam penentuannya status stunting pada anak, seperti jenis kelamin, berat badan lahir, kelahiran tinggi badan, umur, berat badan menurut umur, berat badan menurut tinggi badan, lengan atas keliling mempunyai pengaruh yang berbeda-beda berdasarkan kepentingannya nilai dicari menggunakan hutan acak.

Dari hasil tersebut, Arsitektur ANN dibangun dimulai dari jumlah inputnya berupa fitur-fitur penting, jumlah lapisan tersembunyi, jumlah node untuk setiap lapisan tersembunyi dan ukuran pengujian. Dari pengujian arsitektur ANN diperoleh model stunting terbaik dibangun dengan menggunakan empat fitur penting yaitu tinggi lahir, berat badan menurut umur, lingkar lengan atas dan kelahiran berat.

Pada penelitian selanjutnya diharapkan pembelajaran mesin lainnya metode dapat digunakan dan dapat mempertimbangkan penanganan ketidakseimbangan data. Selain itu, faktor risiko stunting juga bisa dilihat pada faktor lingkungan, sanitasi, pendidikan orang tua, ibu pendidikan, dan faktor lainnya.

Penulis: Laura Navika Yamani

Informasi detail bisa diakses pada link berikut

AKSES CEPAT