51动漫

51动漫 Official Website

Improving Maternal Health Along with Satisfaction of Women and Midwifery Students

Foto oleh Pinterest

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama status kesehatan suatu negara. Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia yang memiliki AKI tinggi. Hasil survei Kependudukan Nasional tahun 2015 menunjukkan bahwa AKI di Indonesia adalah 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan target pada tahun 2024 adalah 232 per 100.000 kelahiran hidup. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu yaitu melalui penguatan sistem kesehatan dan pelayanan kesehatan dengan pendekatan Continuum of Care (CoC). Pendekatan Continuum of Care telah secara efektif menghubungkan isu-isu penting dengan kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak-anak selama masa remaja, kehamilan, persalinan, periode postnatal dan bayi baru lahir dan masa kanak-kanak, membangun interaksi alami sepanjang siklus hidup. Pelaksanaan program penurunan AKI membutuhkan lintas program dan lintas sektor. Lintas sektor yang terlibat dalam program ini, kinerjanya meliputi universitas, think tank, dan lembaga swasta dan masyarakat.

GELIAT Unair adalah singkatan dari Gerakan Peduli Ibu dan Anak Sehat sebagai project 51动漫 yang meliputi program pendampingan (continuity of care from pregnancy to nifas) bagi perempuan yang dilakukan oleh peserta didik, khususnya mahasiswa kebidanan. GELIAT Unair merupakan salah satu program UNICEF dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 51动漫 (LPPM Unair) yang berperan aktif dalam melaksanakan kegiatan peduli kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pendampingan ibu hamil merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh GELIAT.

Continuity of Care (CoC) merupakan salah satu program pembelajaran pada Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran 51动漫 yang bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar asuhan kebidanan yang berkelanjutan. CoC with GELIAT Unair merupakan kegiatan pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat yang terstruktur dan terencana melalui pendampingan ibu-ibu dari masa kehamilan hingga nifas dan perawatan bayi. Durasi waktu pendampingan kurang lebih 3 semester atau 18 bulan. Rencana awal kegiatan pendampingan dilakukan melalui kunjungan rumah, namun sejak pandemi COVID-19 kegiatan pendampingan juga dilakukan secara daring.

Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif yang menerapkan observasi deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner online. Responden penelitian meliputi 44 pendamping dan 38 ibu nifas yang dilakukan secara purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi ibu nifas yang mendapat pendampingan sejak hamil dan tidak mengalami komplikasi kebidanan. Kriteria inklusi pendamping adalah mahasiswa kebidanan yang telah mendampingi ibu dari masa hamil sampai masa nifas. Kriteria eksklusi adalah ibu dan pendamping yang tidak dapat mengakses kuesioner online.  Proyek pendampingan ibu memiliki tujuan utama untuk memantau kondisi ibu, sehingga diharapkan dapat mendeteksi dini masalah kehamilan dan mencegah keterlambatan penanganan komplikasi. Proyek bantuan dimulai dengan kehamilan, persalinan dan setelah melahirkan. Proyek pendampingan dilakukan sejak Februari 2020 hingga Januari 2021.

Sejak Februari 2020 kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode home visit, namun sejak Maret 2020 kegiatan dilakukan secara daring atau telemonitoring. Telemonitoring merupakan kegiatan memantau kesehatan ibu hamil dengan menggunakan aplikasi komunikasi online seperti WhatsApp, telepon, dan video call. Telemonitoring dilakukan karena adanya Pandemi Covid-19 sehingga Sahabat memiliki keterbatasan untuk melakukan kunjungan tatap muka atau offline. Pengumpulan data dilakukan setelah kegiatan pendampingan selesai pada bulan Maret 2021 selama 1 bulan. Didapatkan hasil 68,42% ibu nifas merasa senang dengan program pendampingan GELIAT Unair, dan 94,4% responden merasakan manfaatnya, serta 97,37% ibu akan merekomendasikan program pendampingan GELIAT Unair kepada orang lain. Temuan penting lainnya, banyak wanita bersedia menerima bantuan lagi selama kehamilan berikutnya. Selain itu, 70% ibu merasa senang saat mendampingi, dan 82% pendamping mengatakan bahwa mereka mendapat kesempatan untuk meningkatkan kemampuan komunikasinya. Namun mahasiswa juga merasakan beberapa kendala yang dihadapi antara lain ibu tidak kooperatif, komunikasi online tidak efektif, keterbatasan waktu saat berkomunikasi, kesulitan menjadwalkan kunjungan karena kesibukan ibu, hilang kontak, dan ibu tidak memiliki handphone.

GELIAT Unair mengarah pada peningkatan kesehatan dan kepuasan maternal bagi perempuan dan mahasiswa. Komunikasi merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki pendamping ibu agar aktivitas dapat berjalan maksimal.  Monitoring dan evaluasi program GELIAT Unair yaitu pendampingan kepada ibu oleh mahasiswa kebidanan menunjukkan hasil yang positif baik pada ibu yang mendapat pendampingan maupun mahasiswa. Program ini merupakan bentuk pembelajaran mahasiswa untuk mempraktekkan pemberian asuhan berkelanjutan sejak masa kehamilan hingga masa nifas. Program ini dapat meningkatkan kepuasan ibu selama masa kehamilan dan masa nifas serta dapat memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi mahasiswa dalam memberikan asuhan yang berkelanjutan dan berfokus pada perempuan.

Untuk mengetahui artikel secara lebih detail, maka dapat mengunjungi link dibawah :

Judul     : Implementation of Geliat Program From 51动漫: Improving Maternal Health Along With Satisfaction of Women and Midwifery Students

Penulis :  Nyoman Anita Damayanti

AKSES CEPAT