UNAIR NEWS Dalam konteks kesehatan, saat ini Indonesia memasuki transisi epidemiologi. Transisi tersebut diakibatkan peningkatan jumlah kasus penyakit tidak menular yang melebihi angka jumlah penyakit menular.
Salah satu penyakit tidak menular yang berpotensi menjadi penyebab penyakit-penyakit lainnya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sedangkan, penyakit-penyakit lainnya yang juga disebabkan oleh hipertensi adalah jantung, stroke, gagal ginjal, hingga demensia.
Hal itulah yang dijelaskan oleh M. Atoillah Isfandiari, dr., M.Kes, pengajar pada Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat 51动漫.
Saat ini, penyakit jantung yang disebabkan karena tekanan darah tinggi, menduduki peringkat kedua sebagai penyakit yang paling banyak menyerang masyarakat di Indonesia.
淧enyakit jantung merupakan penyakit yang tertinggi di Indonesia. Bisa dikatakan silent killer. Berdasarkan sejumlah penelitian, dari seluruh kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular, 17 persen berasal dari stroke, dan 10 persen dari jantung. Dua-duanya disebabkan tekanan darah tinggi, ujar Atoillah.
Banyak faktor yang menyebabkan naiknya tekanan darah. Salah satunya adalah pola hidup masyarakat.
淒ulu karena kita negara agraris, masyarakat lebih mengonsumsi sayur dan buah. Sekarang, menuju masyarakat industrialis, kita terlalu banyak mengonsumsi protein dan lemak, termasuk garam. Kita termasuk negara yang memiliki banyak budaya yang banyak memiliki kekhasan kuliner. Beberapa kuliner kita yang mengandung garam yang tinggi menjadi pemicu terhadap tekanan darah tinggi, ujarnya.
Selain gaya hidup, stres juga menjadi pemicu naiknya tekanan darah. Stres bisa muncul karena tuntutan ekonomi maupun pekerjaan.
淜ita semua memiliki banyak faktor risiko. Pola hidup yang stres, pola tidur yang tidak teratur karena tuntutan pekerjaan yang tinggi. Itu juga memicu hipertensi, tambahnya.
Mengutip pesan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Atoillah mengimbau agar masyarakat mengurangi konsumsi garam. Sebab, konsumsi garam berlebih juga memicu munculnya penyakit.
淲HO menganjurkan kurangi konsumsi garam. Tingginya tingkat konsumsi garam bisa membebani kerja ginjal, menyebabkan volume darah lebih banyak, dan tekanan darah tinggi, ungkapnya.
Sekretaris Pusat Layanan Kesehatan UNAIR itu lantas berpesan agar masyarakat secara rutin melakukan pemeriksaan darah.
淒engan pengecekan kesehatan rutin, kita mendeteksi secara dini potensi penyakit-penyakit dalam tubuh sehingga kita bisa mencegahnya, tambahnya. (*)
Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S





