51动漫

51动漫 Official Website

Indonesia Perlu Waspada Potensi African Horse Sickness (AHS)

April Hari Wardhana SKH MSi PhD Berikan kuliah tamu pada Ruang B.201 Kampus Giri SIKIA Banyuwangi (Sumber: SIKIA)

UNAIR NEWS – Indonesia merupakan negara di kawasan Asia tenggara dengan posisi strategis. Namun dengan letaknya itu, terdapat potensi besar persebaran parasit infeksius yang mengancam kesehatan hewan. Terutama dari jalur perdagangan hewan antar negara kawasan dalam lalu lintas di Benua Asia maupun Benua Australia.

Dalam rangka mengenalkan parasit yang berkepentingan dalam dunia veteriner, Divisi Parasitologi Veteriner Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) menyelenggarakan kuliah tamu dengan pemateri peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional, April Hari Wardhana SKH MSi PhD.

Sesi Kuliah Tamu tersebut diadakan secara luring di ruang Ruang B.201, Kampus Giri SIKIA Banyuwangi pada Selasa (22/11/2022). Mengangkat tema 淧eran dan potensi vektor dalam penularan penyakit parasitik pada hewan, kuliah tamu tersebut mendorong mahasiswa Kedokteran Hewan SIKIA lebih mengenal parasit yang harus dipelajari. 

AHS Sangat Mematikan

Pemateri Kuliah Tamu, April Hari Wardhana SKH MSi PhD menuturkan bahwa kawasan Asia tenggara masih belum terbebas dari infeksi African Horse Sickness (AHS). Infeksi tersebut sangat mematikan bagi kuda karena prevalensi kematian mencapai 90 persen.

淢eskipun persebaran AHS di ASEAN terbatas. Namun di Thailand masih melimpah kasusnya, tuturnya.

Doktor April mengatakan penyakit yang disebabkan parasit dengan spesies Culicoides Imicola. Parasit tersebut memiliki ciri-ciri tertentu dari jenisnya yaitu terdapat corak batik yang terletak di sayap.

淐ulicoides imicola sebagai penyebabnya. Kita dapat melihatnya dari Sayap dengan ciri khas seperti bercorak batik, katanya.

Disebarkan melalui Berbagai Spesies Culicoides

Namun dengan melihat tingginya kasus di negara Thailand. Mengindikasikan Culicoides  imicola disinyalir bukan merupakan vektor tunggal. Doktor April mengatakan terdapat beberapa spesies lainnya yang menjadi penyebab AHS disana.

Diketahui lebih lanjut terdapat spesies penyebab AHS lainnya yaitu Culicoides. Culicoides Asiana, Culicoides Actoni, Culicoides Trithicoides, dan Culicoides tainanus. Alumni FKH UNAIR tersebut mengingatkan dari data spesies tersebut, membuka potensi persebaran AHS ke Indonesia. Karena spesies tersebut tersebar diseluruh wilayah di Indonesia, walau memiliki jenis yang berbeda.

淪etiap kawasan memiliki jenis culicoides dengan spesies berbeda seperti di Sumatera jenisnya lebih condong ikut ke kawasan Asia daratan, sedangkan jawa sampai NTT jenisnya  berbeda dari kawasan tersebut, jelasnya.

Peneliti BRIN tersebut berpesan agar Indonesia waspada terkait potensi ini. Pengetatan pola distribusi dan lalu lintas perdagangan ternak menjadi kunci dalam menahan masuknya AHS di Indonesia. Karena bukan tidak mungkin suatu saat nanti terjadi wabah AHS yang dapat terjadi.

淚ndonesia harus waspada bilamana dengan adanya mobilitas atau perdagangang lalu lintas hewan yang terinfeksi. Karena kita punya vektor penyebarnya disini, tutupnya.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT