UNAIR NEWS – Direktur Utama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Didik Prasetiyono diundang sebagai pembicara dalam kegiatan International Development Student Conference 2022 (IDSC 2022) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 51动漫 (UNAIR). IDSC 2022 merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang bernama Economic Week 2022 yang diselenggarakan pada Jumat (4/11/2022) di Aula Fadjar Notonegoro FEB UNAIR.
Dalam acara tersebut, Didik menyampaikan materi mengenai Industrial Estate Strategic Management, Core Competence and Flexibility. Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2022, perekonomian global mengalami moderasi ke level 4,4 persen. Angka tersebut turun sebesar 0,5 persen jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2021.
淧ada tahun 2022, moderasi pertumbuhan menyentuh level 4,4 persen dan mengalami penurunan dibandingkan bulan Oktober 2022. Adanya lonjakan inflasi dan kebijakan pengetatan regulasi sektor perumahan di tiongkok menjadi penyebab utama, ucap Didik.
Faktor yang membuat angka tersebut mengalami penurunan antara lain kenaikan harga energi dan disrupsi suplai yang mendorong lonjakan inflasi. Serta, adanya kebijakan pengetatan regulasi pada sektor perumahan di Tiongkok. Moderasi terjadi secara luas pada ekonomi negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.
Didik juga menyampaikan, dalam mengembangkan kawasan industri, ada beberapa tahapan yang harus disiapkan, yakni persiapan dalam penentuan lokasi harus memiliki wilayah minimal 50 ha dalam satu hamparan, tahap pembangunan, dan tahap pengelolaan oleh perusahaan kawasan industri.
Kawasan industri memiliki manfaat yakni pembangunan industri diperlukan untuk modernisasi. Industrialisasi di wilayah tertentu membawa pertumbuhan transportasi dan komunikasi. Sekolah, perguruan tinggi, lembaga teknis, perbankan dan fasilitas kesehatan didirikan di dekat basis industri.
Menurut Didik, Industrialisasi memainkan peran penting dalam promosi perdagangan Negara-negara maju lebih memperoleh keuntungan dalam perdagangan daripada negara-negara yang terbelakang secara industri. Sedangkan negara terbelakang akan mengekspor produk primer dan mengimpor produk industri. Hal tersebut yang menyebabkan kesenjangan perdagangan antara negara maju dan berkembang.
淜esenjangan perdagangan negara maju dan terbelakang dapat dilihat dari industrialisasi suatu negara. Negara terbelakang akan mengimpor produk industri dari negara maju dan mengekspor produk primer mereka kepada negara maju, ujar Didik.
Industri dipandang sebagai sektor utama bagi pembangunan ekonomi. Kita dapat memiliki skala ekonomi dengan menerapkan teknologi canggih dan pembagian kerja serta manajemen ilmiah. Sehingga produksi dan penyerapan tenaga kerja akan meningkat pesat. Ini akan membawa pertumbuhan ekonomi dan pembentukan modal.
Di akhir, Didik menyampaikan bahwa pembangunan industri membantu dalam pertumbuhan pesat pendapatan nasional dan per kapita. Sejarah perkembangan ekonomi negara-negara maju menunjukkan adanya hubungan yang erat antara tingkat perkembangan industri dengan tingkat pendapatan nasional dan pendapatan perkapita. (*)
Penulis : Muhammad Ghufron Ariawan
Editor : Binti Q. Masruroh





