UNAIR NEWS – Campak merupakan penyakit menular yang masih menjadi ancaman kesehatan di Indonesia. Di Kabupaten Sumenep, Madura, kasus campak kembali merebak dan menimbulkan keresahan masyarakat karena anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi. Kondisi ini menunjukkan bahwa campak masih berbahaya jika tidak dengan imunisasi.
Pentingnya Imunisasi
Prof. Dr. Irwanto dr. SpA(K), Pakar Ilmu Kesehatan Anak FK 51¶¯Âþ, menjelaskan bahwa imunisasi dapat mencegah campak. Rendahnya cakupan vaksinasi di sejumlah daerah, termasuk Sumenep, membuat penyakit ini cepat menyebar. Sebagian masyarakat masih menolak vaksin, padahal imunisasi efektif mengurangi risiko komplikasi berat
Kenali Faktor Risiko
Penolakan vaksin bukan satu-satunya penyebab meluasnya kasus. Kondisi gizi buruk dan kekurangan vitamin A juga meningkatkan kerentanan anak. Tubuh yang lemah memudahkan virus menyerang dan menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, gagal napas, dan peradangan otak (ensefalitis). Tanpa penanganan tepat, komplikasi tersebut bisa berakhir fatal.
Waspada dan Langkah Dini pada Gejala Awal
Prof. Irwanto menekankan pentingnya kenali campak sejak gejala pertama. Penyakit ini biasanya muncul dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Setelah tiga hingga empat hari, ruam kemerahan menyebar di seluruh tubuh, serta bercak putih kecil di mulut (koplik spot). Orang tua sebaiknya segera membawa anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis pasti.
Selain pemeriksaan medis, orang tua dapat melakukan perawatan awal di rumah. Pastikan anak cukup istirahat, minum banyak air agar tidak dehidrasi, serta konsumsi obat penurun panas sesuai anjuran. Menjaga kebersihan mata dan isolasi diri karena penularan dapat terjadi melalui percikan droplet saat batuk atau pilek.
Kunci Utama Pencegahan
Selama cakupan imunisasi masih rendah, campak akan tetap mengancam masyarakat. Menurut panduan Kementerian Kesehatan, imunisasi campak diberikan saat anak berusia sembilan bulan dan dilanjutkan booster pada usia 15“18 bulan. Prof. Irwanto mengajak masyarakat, tenaga kesehatan, hingga pemerintah untuk bersama-sama meningkatkan cakupan imunisasi agar kasus ini tidak kembali merebak.
Baca juga:
Terjadi Lonjakan Campak, Pakar Kesehatan Anak Tekankan Pentingnya Pencegahan dan Imunisasi





