UNAIR – Patrol sahur menjadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia yang hadir di bulan ramadan. Tradisi tersebut terinspirasi dari sejarah pada zaman Rasulullah, yang menggunakan adzan sebagai pengingat sahur. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, traddisi ini berkembang menggunakan alat musik sederhana seperti gendang, dan tersebar di Indonesia dengan berbagai variasi nama seperti Dengo-dengo di Sulawesi dan Ubrug-ubrug di Jawa Barat. Antropolog UNAIR, Djoko Adi Prasetyo, Drs., M. Si. menekankan bahwa tradisi ini mengandung nilai-nilai tanggung jawab sosial, interaksi sosial, dan solidaritas dalam menjalankan ibadah puasa.
Baca juga:
Antropolog UNAIR Ungkap Sejarah dan Nilai Tradisi Patrol Sahur Saat Ramadan





