Secara umum masyarakat banyak yang tidak memiliki pengetahuan lengkap tentang perguruan tinggi, fakultas, dan program-program studinya. Hal ini menyebabkan kebingungan bagi masyarakat dalam memilih tempat studi untuk anak-anaknya. Bila mendengar fakultas hukum misalnya maka asosiasi di pikiran masyarakat adalah hakim dan pengacara; demikian pula fakultas ekonomi dianggap lulusannya bekerja di bidang otak-atik keuangan kantor atau perusahaan saja.
Khusus tentang Fakultas Kedokteran Hewan, orang tahunya 渄okter hewan, 渒linik hewan atau alumninya ada yang berjualan kebutuhan-kebutuhan hewan atau 淧et Shop. Padahal ada hal-hal yang masyarakat tidak ketahui bahwa apa yang dilakukan Fakultas Kedokteran Hewan itu 渂eyond those perceptions.
Saya pernah ngobrol dengan Prof Dr Imam Mustofa drh MKes Sekretaris Senat Akademik UNAIR yang kebetulan kantornya bersebelahan dengan kantor saya Komite Audit MWA UNAIR. Beliau menjelaskan berbagai penemuan penting di dunia medis tidak hanya level nasional tapi juga internasional. Penemuan-penemuan penting itu dilakukan berbagai pakar di FKH UNAIR antara lain Prof Dr Fedik Abdul Rantam, drh seorang Guru Besar dibidang Virologi dan Imonologi. Sang Profesor ini ahli dibidang Pengembangan Vaksin sejak tahun 1984 penelitian berbasis sel untuk produksi vaksin, dan 1998 telah mengembangkan vaksin dengue virus dengan berbagai model vaksin a.l subunit vaccine inactive vaccine, attenuated vaccine, recombined vaccine, hybrid IgG-D1,D2,D3,D4 berbasis MSCs.
Jarang yang orang ketahui bahwa Prof Fedik ini juga telah mengembangkan stem cell di Unair dan RSUD Dr Soetomo telah sampai pada riset translasional. Saat ini sebagai Ketua Airlangga Disease Prevention and Research Center (ADPRC), dan vice president of Indonesian Microbiology Society (PERMI). Prof Fedik juga mengembangkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku, juga vaksin Flu Babi (African Swine Fever)
Ada lagi Prof Dr Suwarno drh MSi Guru Besar FKH UNAIR ini membahas penyakit zoonosis (menular dari hewan ke manusia, atau sebaliknya) yang disebabkan oleh virus tidak dapat dipisahkan dari virologi. Salah satu pakar di bidang ini adalah Prof Dr Suwarno MSc DVM. Prod Suwarno merupakan produk nyata pendidikan di 51动漫. Hal ini dikarenakan beliau menyelesaikan seluruh pendidikan sarjana, magister, dan doktoralnya di 51动漫. Setelah menyelesaikan studi doktoralnya pada tahun 2005.
Di atas itu hanya sebagian kecil figur penting di FKH UNAIR karena selain beliau-beliau itu banyak akademisi FKH UNAIR yang reputasinya dikenal baik dalam maupun luar negeri. Beberapa penelitiannya juga banyak disitasi di arena global. Menariknya FKH UNAIR yang didirikan tahun 1962 ini bisa dikatakan merupakan fakultas dengan mahasiswa asing terbanyak dengan total 53 mahasiswa dari luar negeri pada tahun 2024. Selain itu tidak tanggung-tanggung tercatat FKH memiliki jumlah guru besar tertinggi di UNAIR. Ada 33 dosen guru besar.
Karena itu FKH UNAIR memiliki potensi yang besar dalam pengembangan riset dan pendidikan tri dharma yang luar biasa dan ditunjang dengan fasilitas yang bagus. Lihat saja Klinik yang dipunyai FKH merupakan klinik yang terbesar di Indonesia. Rumah Sakitnya juga terbesar di Indonesia. Kemudian ada juga fasilitas pendukung misalnya laboratorium dan museum anatomi dan satu-satunya di Indonesia.
Saya berfikir alangkah baiknya bila FKH UNAIR melakukan 淥utreach Program yang menjangkau masyarakat luas salah satunya dengan cara mengundang para siswa-siswa, lembaga penelitian, organisasi masyarakat dsb untuk hadir di kampus FKH UNAIR menyaksikan perkembangannya, merasakan Vibe perkuliahan dan praktek laboratorium, penyuluhan tentang vaksin dsb dsb. Lebih bagus lagi untuk generasi muda Outreach Program itu dilaksanakan dengan cara yang lebih FUN dengan menampilkan alumni FKH UNAIR yang saat ini berkiprah di berbagai profesi ada pengusaha, penulis, peneliti, konsultan, dosen, dan sebagainya.





