UNAIR NEWS Bagi mahasiswa, IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) selalu menjadi daya tarik bagi mahasiswa. Bagaimana tidak, program beasiswa itu menawarkan kuliah selama satu semester di luar negeri dan dibiayai penuh oleh pemerintah. Mahasiswa yang menjadi pemenang beasiswa itu, sudah pasti terpilih dan siap untuk melakukan studi ke luar negeri.
Hal sama yang dirasakan oleh Lana Kautsan. Mahasiswa Kedokteran 51动漫 (UNAIR) itu berkesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan selama menjadi awardee IISMA 2021. Melalui program kerja BEM Fakutas Ilmu Budaya UNAIR, diadakan IISMA Sharing dengan tema: 淏e Better Throught Internationalism selama dua hari berturut-turut.
Lana sebelum menjadi awardee, sudah mempersiapkan dari awal, yakni memulai riset IISMA hingga universitas yang akan dituju. Terutama dalam menulis motivation letter. Menurutnya, sebelum menulis motivation letter tentukan dulu goal kita dengan goal penyelenggara beasiswa, yakni IISMA. Jika tidak, dipastikan pemohon akan kesulitan untuk menulis pada paragraf selanjutnya.
淪ebelumnya tuh, aku nggak pede kalo goal ku nggak sama dengan goal Kemendikbud. Tapi, alhamdulillah ternyata aku bisa lolos, mantapnya.
Selain itu, kepada peserta, Lina mewanti-wanti bahwa meski punya mimpi besar, tapi tidak bisa realistis dan bermanfaat, hal tersebut justru menjadi sia-sia. Faktanya, yang mendaftar IISMA bukan sembarang orang.
淭iap peserta pasti punya segudang prestasi dan pengalaman. Namun, tidak cukup di situ, katanya.
Temen-temen, yang paling susah, menurutku itu bisa menyamakan bidang yang kita kerjakan dengan projek atau rencana hidup kita ke depannya. Karena banyak temenku yang anak kedokteran, tapi pengin ngambil komunikasi. Itukan nggak selaras ya, tambahnya
Pada sesi terakhir seminar, Lina memberikan semangat bahwa tetap percaya diri untuk mendaftar. Apapun hasilnya, tetap menjadi diri sendiri dan komitmen dengan projek atau bidang yang akan dilakukan.
Penulis: Sintya Alfafa
Editor: Feri Fenoria





