UNAIR NEWS Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Irjen. Pol. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. beserta jajaran pimpinan dan staf berkunjung ke 51动漫, Rabu (18/10). Kunjungan itu dalam rangka menindaklanjuti MoU antara dan Akpol tahun 2014 silam. Dari UNAIR, yang terlibat adalah dosen dan peneliti. Sedangkan dari Akpol akan melibatkan para dosen, taruna, maupun sistem dan aturan yang dipakai.
Pada kerjasama ini, ada beberapa hal yang ingin dilaksanakan. Pertama, kerjasama penelitian dan pengkajian tentang budaya serta kehidupan taruna akademik. Dikatakan Rycko, hasil dari penelitian itu akan digunakan untuk membentuk Akpol yang semakin profesional, modern, dan sesuai dengan harapan masyarakat.
淏udaya-budaya yang berkembang di sana (kehidupan taruna akademik, -red) baik formal, informal, maupun non formal. Adakah budaya-budaya lain yang mempengaruhi? Itu akan diteliti, ujar Rycko.
Kerjasama kedua adalah assessment sekaligus pengkajian tentang modul yang akan digunakan untuk menguji kemampuan Bahasa Inggris para taruna Akpol. Kemampuan penguasaan bahasa asing ini diakui Rycko sangat penting untuk mereka. Ketiga, ada rencana Gubernur Akpol ini memberikan kuliah umum di (FISIP).
Melalui kunjungan ini pula, Rycko berharap, laboratorium keilmuan yang ada di UNAIR dapat bermanfaat untuk mereview dan melakukan assessment terhadap sistem pendidikan yang berlaku di Akpol.
淜ami ingin meningkatkan kualitas dan output taruna, agar semakin profesional. Oleh karena itu kami mohon bantuan para ilmuwan untuk melihat apa saja celah-celah yang harus diperbaiki, ujar Rycko.
Dalam kunjungan itu, Rektor UNAIR mengenalkan UNAIR kepada Rycko dan staf, termasuk prodi Ilmu Kepolisian yang berada di bawah . Melalui kerjasama tersebut, ia berharap, dapat tercipta pendidikan kepolisian yang semakin bermartabat.
淪emoga budaya akademik di kepolisian makin bagus, dan kualitas lulusan juga makin baik, ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu. (*)
Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor : Rio F. Rachman





