UNAIR NEWS – Salah satu unit di UNAIR yang tak pernah miskin inovasi adalah Sekolah Pascasarjana (SP). Sejak dinakhodai Prof. Dr. Hj Sri Iswati, SE., MSi., Ak, selaku Direktur pada November 2015 lalu, ada begitu banyak terobosan dilaksanakan. Tidak hanya soal upaya peningkatan akreditasi, sentra pendidikan tinggi multidisiplin ini juga menciptakan atmosfer yang nyaman, baik untuk dosen, staf, maupun mahasiswa.
Prof Is, begitu Direktur Sekolah Pascasarjana ini biasa disapa, seperti tahu betul bahwa keguyuban sivitas merupakan katalisator alamiah. Dengan suasana bersahabat dan semangat terjaga, maka motivasi untuk melakukan pengabdian, pembelajaran, maupun riset akan terus lestari dan berkembang.
Salah satu langkah nyata yang diambil Prof Is dan rekan-rekannya di direktorat SP adalah melakukan promosi terintegrasi. Promosi parsial tiap program studi ditiadakan. Jadi, kalau mau 渏ualan, tidak boleh hanya menyuguhkan satu 渕enu.
Misalnya, yang melakukan promosi adalah Program Studi (Prodi) Imunologi. Materi yang dipaparkan di hadapan 渒lien tidak sekadar Prodi tersebut. Lebih dari itu, sebanyak dua belas Prodi yang ada di SP, mesti disampaikan dengan porsi sama. Dengan demikian, alat peraga (power point dan buku profil/brosur) dibikin seragam.
Secara langsung maupun tidak, kekompakan terwujud dan makin erat. Bahwa SP adalah satu tubuh, dan tak bisa asal dipisah-pisah. 淎da kebersamaan. Tiap rapat, semua elemen dilibatkan. Kami saling mengingatkan, kemajuan mesti diraih bareng, ujar Prof Is.
Yang jelas, imbuh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu, SP mesti fokus untuk berpartisipasi mencapai target World Class University (WCU) yang dicanangkan UNAIR. Termasuk, membuat progres berkelanjutan di ranah akademik, kemahasiswaan, dan kerja sama yang berdampak positif.
淚nsya Allah, tahun ini kami akan menggelar seminar internasional yang terindeks, papar dia. Seminar internasional bakal membuka wawasan para akademisi maupun mahasiswa. Selain itu, jejaring global bakal makin luas. Yang tak kalah penting, perkembangan ilmu pengetahuan akan makin signifikan.
SP juga selalu memfasilitasi para mahasiswa untuk berkreasi. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu, Himpunan Mahasiswa Sekolah Pascasarjana (Himasepa) mengadakan bakti sosial di kampus, yang dibalut dengan semangat seni budaya. Bahkan, anggota Himasepa UNAIR juga ada yang berkiprah aktif di perkumpulan mahasiswa pascasarjana level nasional. (*)
Penulis: Rio F. Rachman
Editor : Dilan Salsabila





