51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Inovasi Biosensor Aptamer untuk Pemantauan Theofilin: Solusi untuk Meningkatkan Akurasi dan Efisiensi

Ilustrasi oleh Alodokter.com

Theophylline merupakan bronkodilator yang umum digunakan untuk mengobati gejala asma, seperti sesak napas dan rasa tertekan di dada. Meskipun efektif, rentang plasma terapeutik yang sempit (20“200 μM) memerlukan pemantauan kadar darah yang cermat untuk mencegah toksisitas. Berbagai teknik laboratorium klinis telah dikembangkan untuk mendeteksi theophylline, termasuk spektroskopi, kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC), imunometri fluoresensi, dan radioimunoassay. Namun, metode-metode ini memiliki keterbatasan, seperti persiapan sampel yang kompleks, waktu pemrosesan yang lama, volume sampel yang besar, dan biaya yang tinggi. Dalam konteks ini, biosensor berbasis aptamer muncul sebagai alternatif yang menjanjikan, menawarkan selektivitas dan spesifisitas yang lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional. Tinjauan ini mengevaluasi kinerja sensor berbasis aptamer dalam hal sensitivitas, spesifisitas, dan batas deteksi, serta membandingkannya dengan teknik tradisional. Studi terbaru menunjukkan keuntungan dari sensor berbasis aptamer, termasuk kesederhanaan, waktu respons yang cepat, dan efektivitas biaya, yang menjadikannya ideal untuk aplikasi titik perawatan.

Tinjauan ini juga mengeksplorasi metodologi yang digunakan dalam deteksi berbasis aptamer, menyoroti inovasi dan kemajuan penting di bidang ini. Temuan dari literatur menunjukkan bagaimana sensor berbasis aptamer dapat meningkatkan pemantauan kadar theophylline, mengatasi keterbatasan teknik tradisional. Ini adalah tinjauan pertama yang didedikasikan untuk membahas teknik berbasis aptamer untuk pemantauan theophylline, yang mengisi kekosongan dalam literatur saat ini. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan baru tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut dalam pemantauan obat, khususnya untuk theophylline, guna meningkatkan hasil perawatan pasien. Penelitian ini merupakan kolaborasi dari UNAIR, UNPAD,UI dan peneliti dari universitas luar negeri, Queen™s University of Belfast dan Tokyo University of Science melalui pendanaan Riset Kolaborasi Indonesia.

Penulis: Prastika Krisma Jiwanti, S.Si., M.Sc.Eng., Ph.D.

Baca lebih lengkap . (pkj)

AKSES CEPAT