UNAIR NEWS – Tim delegasi 51动漫 (UNAIR) kembali menunjukkan tajinya di panggung kompetisi nasional dengan meraih Silver Medal dalam Mandalika Essay Competition (MEC) 2025. Kompetisi ini merupakan inisiasi oleh Lembaga Nusantara Muda yang berlangsung di, Lombok pada Jumat (5/9/2025) hingga Senin (8/9/2025).
Tim delegasi terdiri dari lima mahasiswa dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu, yaitu Nisya Azara Salsabila dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Nasywa Syauqiyah Azmi Basuki dan Hafshah Nur Halimatus Sa’diyah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Asyraf Risqullah Walfaizin dan Fatimah Dwi Meisha Fakultas Vokasi (FV). Kolaborasi ini menghasilkan esai berjudul Green Aero-Solar System (GASS).
淕reen Aero-Solar System (GASS) merupakan sebuah ide kita pada bidang sektor pertanian modern yang menggabungkan antara sistem aeroponik vertikal, energi surya, dan teknologi otomatisasi. GASS dibuat untuk menjawab masalah lahan pertanian yang semakin sempit serta kebutuhan energi yang ramah lingkungan, jelas Asyraf.

Keunikan Ide
Keunikan ide pada GASS terletak pada integrasi tiga teknologi inti yang menciptakan solusi pertanian berkelanjutan dan efisien. Ketiga sistem ini adalah penggabungan sistem aeroponik vertikal, panel surya sebagai sumber energi utama, dan Internet of Things (IoT) terintegrasi yang memantau kondisi lingkungan dan nutrisi secara real time.
淜ombinasi ini mengatasi tantangan utama di sektor pertanian, seperti kelangkaan air dan lahan, sekaligus menawarkan model yang lebih hijau. Integrasi ini mampu mengotomatiskan proses dan meningkatkan presisi panen, sebut Nasywa.
Selain ide, Asyraf juga menerangkan bahwa kerja sama tim yang kompak menjadi salah satu kunci kesuksesan tim UNAIR merebut medali. 渒ebiasaan banyak membaca, baik literatur ilmiah maupun informasi terbaru, yang membantu kami memahami permasalahan lingkungan sekaligus menemukan solusi untuk menjawab tantangan, ujarnya.
Arti Kemenangan
Bagi tim, perolehan medali perak ini merupakan bukti kerja keras, inovasi, dan dedikasi. Menurut Nasywa, GASS tak hanya karya orisinal, tetapi juga memiliki potensi besar dan mendapat pengakuan oleh para ahli. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri, berani berinovasi, dan melangkah lebih jauh.
淏agi 51动漫 (UNAIR), medali perak adalah bukti nyata dari kualitas pendidikan dan semangat inovasi yang dimiliki oleh mahasiswa. Prestasi ini mengangkat nama baik UNAIR di kancah nasional, menunjukkan bahwa universitas mampu menghasilkan talenta-talenta muda yang berdaya saing dan solutif, ucapnya.
Pada akhir, Fatim berharap seluruh mahasiswa UNAIR mampu dengan bangga terus melangkah maju nama almamater. 淜ami juga berharap untuk selanjutnya setelah meraih prestasi ini, agar bisa membawa berbagai prestasi lainnya dan mengharumkan nama kampus, pungkasnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Ragil Kukuh Imanto





