UNAIR NEWS Moment wisuda UNAIR periode 261 menjadi momen membahagiakan bagi Aqila Adinda Minerva Putrijaya. Mahasiswa program studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan (TRP), Fakultas Vokasi tersebut dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Ia berhasil mencetak prestasi yang memuaskan melalui beberapa perlombaan serta Indeks Prestasi Kumulatif sebesar 3.65 meski menempuh studi selama 4,5 tahun.
Pada awal kuliah, Aqila mengaku tidak berkegiatan karena proses adaptasi di program studi radiologi dan hanya mengikuti magang UKM Debat. Titik balik berkegiatan adalah mengikuti himpunan mahasiswa serta menjalankan project Pembelajaran Dasar Bersama (PDB). Ia berminat dalam bidang pembuatan ide dan project konseptor. Titik puncaknya adalah dengan mengikuti agenda volunteer di American Corner UNAIR. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka wawasan serta pengalaman baru dalam bidang community development.“Pengalaman menjadi project manager di sana memberikan kesan tersendiri; awalnya fokus di bidang kesehatan, tiba-tiba berpindah ke community development . Ini adalah titik balik berarti bagi saya, ujar Aqila.
Pengalaman Internasional yang Berkesan
Dalam dunia akademik, prestasi Aqila dengan menjadi finalis medali emas di ajang Kompetisi Ilmiah Mahasiswa (KIM UNAIR). Dengan membawakan inovasi A-Pat, Ia dan tim mencetak prestasi tersebut hingga lolos pendanaan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta (KC) Tahun 2024. Meskipun tidak lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Indonesia (PIMNAS), hasil tersebut mampu mengantarkannya dan tim pada juara 3 lomba Open Innovation IMERI FKUI tahun 2024 di kelas Masterclass. Pencapaian tertingginya datang berdasarkan kegiatan magang bersama PT Fujifilm Indonesia dengan penggunaan dan keamanan X-Ray portable di rumah warga. Kegiatan ini membawanya meraih Best Scientific Poster di ajang 7th International Conference on Vocational Innovation and Applied Sciences (ICVIAS 2025).
Kepada para mahasiswa yang sedang menempuh studi, Aqila berpesan untuk tidak terlalu memberikan tekanan ke diri sendiri hingga membuat diri sendiri kewalahan dan sakit seperti yang dialami. Hal itu dapat berdampak ke panjangnya masa studi. Menurutnya, paling penting adalah sadar kapasitas diri tetapi jangan takut untuk melangkah
Penulis: Yongki Eka Cahya
Editor: Ragil Kukuh Imanto





