UNAIR NEWS Dukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51 menyelenggarakan kegiatan Inovasi Kerupuk Nasi dari Nasi Berlebih sebagai Produk Bernilai Ekonomi pada Minggu, 10 Januari 2026 di Balai Desa Mlati, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini berfokus pada pengurangan pemborosan pangan sekaligus penguatan ekonomi skala rumah tangga. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan nasi berlebih yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai dan berakhir sebagai limbah. Nasi berlebih tersebut kemudian diolah menjadi produk kerupuk nasi yang aman dikonsumsi, memiliki daya simpan, dan berpotensi memiliki nilai jual. Program ini tidak hanya menekankan aspek teknis pengolahan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan pangan yang bijak dapat menjadi pintu masuk lahirnya inovasi ekonomi berbasis rumah tangga.
Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu PKK Desa Mlati sebagai peserta utama, mengingat peran strategis mereka dalam pengelolaan pangan keluarga sekaligus sebagai penggerak kegiatan ekonomi kreatif di tingkat desa. Partisipasi aktif ibu-ibu PKK diharapkan dapat menjadi katalis dalam menularkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada keluarga maupun lingkungan sekitar. Melalui program ini, peserta diharapkan dapat membuka peluang usaha rumahan yang menambah pendapatan keluarga. Lebih lanjut, inovasi produk berbasis pangan lokal dapat mendorong tumbuhnya ekonomi produktif yang inklusif, berbiaya rendah, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat SDGs dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkeadilan.
Bu Anik dan Bu Nikmah sebagai salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi masyarakat dalam memandang sisa pangan. Kegiatan ini sangat membantu dan bermanfaat untuk kalangan rumah tangga, ujarnya. Kegiatan ini bisa menjadi inovasi karena bisa dijual kembali sehingga dapat membantu ekonomi rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, Desa Mlati menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Penulis: Tim BBK 7 Desa Mlati





