51动漫

51动漫 Official Website

Inovasi Mahasiswa UNAIR Bantu Investor Pahami ESG Perusahaan

Dua mahasiswa mengenakan jas almamater biru berpose sambil memegang piala dan papan penghargaan bertuliskan 淛uara 3 Lomba Esai Gebyar Akuntansi UNS 2025. Di belakang mereka terdapat layar besar dengan tulisan 淕ebyar Akuntansi UNS, 04 Oktober 2025.
Tim UNAIR pada sesi awarding (Foto: Koleksi Pribadi)

UNAIR NEWS – Maraknya praktik greenwashing di Indonesia mendorong tim mahasiswa 51动漫 (UNAIR) untuk menghadirkan solusi inovatif berbasis teknologi. Solusi tersebut adalah RasioGreen: Inovasi ESG-Finance Intelligence Platform dengan Blockchain Transparency Score dan AI EduBot untuk Akselerasi Pencapaian SDGs 2030.

Melalui gagasan tersebut, tim yang beranggotakan dua mahasiswa Akuntansi , yakni Sagita Audiyah Az-Zahroh dan Muhammad Naufal Fauza, berhasil meraih Juara 3 III Lomba Esai Gebyar Akuntansi UNS 2025 yang terselenggara pada Sabtu (4/10/2025).

Naufal menjelaskan bahwa ide ini lahir dari keprihatinan terhadap maraknya praktik greenwashing di Indonesia. Berdasarkan hasil kajiannya dari beberapa jurnal dan laporan riset, banyak perusahaan memanfaatkan citra ramah lingkungan hanya sebagai strategi pemasaran tanpa bukti konkret. 淪elain itu, banyak investor yang masih kurang memperhatikan faktor ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam proses investasi, ungkapnya.

Secara umum, greenwashing adalah upaya manipulatif di mana suatu organisasi membangun citra seolah-olah produk atau aktivitasnya ramah lingkungan. Padahal kenyataannya tidak demikian. Fenomena ini menjadi tantangan besar bagi perkembangan investasi berkelanjutan di Indonesia.

Prototype Aplikasi RasioGreen
Prototype Aplikasi RasioGreen (Foto: Tangkapan Layar)

Sebagai jawaban atas isu tersebut, mahasiswa UNAIR mengembangkan aplikasi berbasis blockchain dan kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi membantu investor menganalisis laporan keuangan sekaligus menilai penerapan ESG perusahaan. 淎plikasi kami tidak hanya menampilkan data, tetapi juga melibatkan ahli yang akan memvalidasi kegiatan perusahaan yang terdaftar. Sehingga hasilnya lebih akurat dan transparan, jelas Naufal.

Lebih lanjut, aplikasi tersebut lengkap fitur untuk menganalisis rasio keuangan, menginterpretasikan hasilnya secara otomatis, serta menelusuri berita-berita terkini terkait perusahaan yang bersangkutan. Dengan adanya teknologi blockchain, potensi manipulasi data juga dapat diminimalisir.

Menurut Naufal, inovasi ini berangkat dari keresahan terhadap rendahnya kepedulian terhadap ESG. Ia berharap aplikasi ini dapat menjadi sarana edukatif sekaligus praktis bagi investor pemula agar lebih selektif dalam menanamkan modal. 

淛ika investor mengabaikan faktor ESG, sama saja kita sedang merusak masa depan keberlanjutan. Kami ingin aplikasi ini menjadi langkah kecil untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), pungkasnya.

Penulis: Rizma Elyza

Editor: Yulia Rochmawati

AKSES CEPAT