51动漫

51动漫 Official Website

Inovasi Pasta Fettucini Tinggi Serat Dari Tepung Rumput Laut

Foto by iStock

Indonesia memiliki berbagai masalah dalam sektor gizi masyarakat, salah satunya adalah gizi berlebih. Permasalahan gizi yang terjadi saat ini diakibatkan oleh perilaku makan yang tidak seimbang di mana banyak orang tidak memperhatikan keragaman konsumsi makanan berupa tingginya kalori yang masuk ke dalam tubuh yang tidak sebanding dengan aktifitas fisik tubuh. Sementara itu, Indonesia memiliki laut yang sangat luas dan memiliki beraneka ragam sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi overweight, salah satunya adalah penggunaan rumput laut dalam bahan pangan. Pemanfaatan rumput laut dapat dimaksimalkan dengan cara diversifikasi produk olahan untuk meningkatkan daya guna, nilai gizi, dan nilai ekonomis. Salah satu diversifikasi rumput laut yaitu menjadikan tepung rumput laut Kappaphycus alvarezii dalam pembuatan pasta fettucine.

Pasta fettuccine adalah salah satu jenis pasta yang umumnya berbahan baku tepung terigu dengan campuran telur dan air. Tepung terigu kaya akan kandungan karbohidrat dan rendah kandungan serat. Kondisi yang seperti ini dapat menyebabkan obesitas karena mengonsumsi karbohidrat berlebih di dalam tubuh yang tidak seimbang dapat berpotensi untuk bertumpuk dan disimpan dalam tubuh. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah diatas adalah meningkatkan konsumsi serat dengan memanfaatkan komoditas perikanan seperti rumput laut untuk dijadikan bahan utama dalam pembuatan pasta fettucine, yaitu tepung rumput laut Kappaphycus alvarezii. Serat yang terkandung dalam rumput laut merupakan senyawa penting yang bermanfaat dalam mencegah obesitas karena serat memiliki sifat mengenyangkan sehingga tidak cepat timbul lapar.

Hasil analisis uji proksimat menunjukkan bahwa penggunaan tepung rumput laut Kappaphycus alvarezii berpengaruh terhadap nilai nutrisi dalam produk pasta fettucine. Kadar serat kasar pada produk pasta fettucini sebesar 3,29%, kadar air 26,18%, kadar abu 3,58%, kadar protein 3,04%, kadar lemak 5,83%, dan kadar karbohidrat 25,52%. Sementara itu, hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa panelis menyukai semua aspek pengujian sensori baik warna, aroma, rasa dan tekstur.

Penulis: Dwi Yuli Pujiastuti, S.Pi., M.P.

Informasi detail tentang tulisan ini dapat dilihat pada link:

D Pramestika, D Y Pujiastuti, and Patmawati. 2022. The Use of Seaweed Flour (Kappaphycus alvarezii) as an Innovation in the Manufacture of High Fiber Fettucine Paste Products. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 1036. 012006

AKSES CEPAT