51动漫

51动漫 Official Website

Insektisida Karbofuran Dapat Menurunkan Jumlah Folikel Ovarium Mencit

Pestisida sintetis menjadi masalah di Indonesia, terutama saat pemakaian pestisida yang berlebihan karena adanya program intensifikasi pertanian yang menyebabkan keracunan akut dan kronis pada hewan dan manusia.  Insektisida golongan karbamat yang umum digunakan dalam kegiatan pertanian adalah karbofuran, aldikarb dan karbaril. Karbofuran (2,3-dihydro-2,2-dimethyl-7-benzofuranyl methylcarbamat) adalah salah satu pestisida dari golongan karbamat yang berspektrum luas untuk pengendalian hama di pertanian. Karbamat, umumnya digunakan sebagai insektisida, nematicide dan acaricide, sering ditemukan di tanah, udara, makanan, air. Karbofuran sangat beracun bagi manusia dan satwa liar melalui rute paparan secara oral dan inhalasi. Konsumsi pangan tercemar karbofuran secara berulang dalam jangka waktu yang lama dikhawatirkan dapat menimbulkan pengaruh teratogenik, neurotoksisitas dan gangguan reproduksi.

Karbofuran sangat beracun bagi mamalia dan dilaporkan dapat menyebabkan embriotoksik dan teratogenik. Efek lain yang ditimbulkan dapat menyebabkan kerusakan adrenal dan sistem reproduksi pada burung Passer domesticus. Pada hewan betina yang terpapar pestisida karbofuran ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi.

Karbofuran dapat menghambat kerja enzim asetilkolinesterase (ChE) menyebabkan penumpukan asetilkolin (Ach) yang menimbulkan gejala-gejala keracunan. Asetilkolin tidak terhidrolisis menyebabkan vasokonstriksi lumen pembuluh darah. Hambatan ini akan menggangu pasokan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan. Hal ini juga berdampak pada organ reproduksi yaitu ovarium, pasokan nutrisi yang berkurang pada ovarium juga akan menghambat proses oogenesis.

Gangguan insektisida yang lain dari golongan organofosfat terbukti menyebabkan degenerasi pada ovarium yang dapat meningkatkan jumlah folikel atresia akibat ketidakseimbangan hormonal. Salah satunya terjadi ketidakseimbangan pada hormon reproduksi, LH dan FSH. Insektisida organofosfat dapat menurunkan berat ovarium, dan menurunkan jumlah berbagai jenis folikel pada ovarium tikus, serta meningkatkan folikel atresia. Insektisida organofosfat juga ditemukan  mengurangi jumlah folikel primer, sekunder, dan tersier pada tikus.  Selama ini informasi mengenai bahaya karbofuran terhadap organ reproduksi, terutama ovarium sangatlah kurang. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu penelitian yang dapat menjelaskan pengaruh karbofuran terhadap ovarium.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan histopatologi ovarium mencit (Mus musculus) akibat paparan karbofuran. Penelitian ini menggunakan 20 ekor mencit betina (Mus musculus) berumur 10 minggu dengan berat badan 25-30 mg. Dua puluh tikus dibagi menjadi empat kelompok dengan masing-masing lima ulangan. Kelompok kontrol (P0) diberikan NaCl fisiologis 0,5%, P1 (karbofuran 0,0833 mg/kg BB), P2 (karbofuran 0,0417 mg/kg BB), P3 (karbofuran 0,0208 mg/kg BB), dan karbofuran diberikan selama sepuluh hari. Pada hari ke-12 dilakukan nekropsi ovarium dan pewarnaan HE untuk mengamati jumlah folikel primer, folikel sekunder, folikel tersier, dan folikel de Graaf. Analisis data menggunakan uji ANOVA dan BNJ. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan jumlah folikel sekunder, folikel tersier dan folikel de Graaf seiring dengan peningkatan dosis.

Penulis: Epy Muhammad Luqman

Publikasi di Jurnal: GSC Biological and Pharmaceutical Sciences (GSCBPS)

Link Artikel:

AKSES CEPAT