51动漫

51动漫 Official Website

Intervensi Pendidikan untuk Meningkatkan Manajemen Kebersihan Menstruasi pada Remaja Putri di Kalimantan

Foto by MEDIA KALTIM

Masa remaja merupakan fase yang sangat penting untuk membangun perkembangan pada dekade pertama kehidupan. Saat menstruasi, banyak remaja di Indonesia yang tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang manajemen kebersihan menstruasi (MKM). MKM artinya yaitu perempuan dan anak perempuan dapat menggunakan bahan yang bersih saat menstruasi, memiliki privasi saat mengganti bahan saat menstruasi, menggunakan air dan sabun, dan memiliki fasilitas pembuangan alat haid setelah digunakan. Tingkat pengetahuan tentang menstruasi dan MKM yang dimiliki anak perempuan saat memasuki masa pubertas berpengaruh signifikan terhadap kondisi emosional mereka. Namun, masih terdapat kesenjangan pengetahuan yang signifikan, terutama dalam keseharian di sekolah. Belum ada penelitian mendalam tentang dampaknya terhadap partisipasi dan hasil pendidikan kesehatan terkait manajemen kebersihan menstruasi di sekolah. Penelitian yang dilakukan di Indonesia tentang MKM pada remaja putri di tingkat SD dan SMP masih terbatas. Akibatnya, determinan dan dampak MKM pada remaja putri belum sepenuhnya dipahami, dan bukti sebagai dasar untuk merumuskan program remedial dan intervensi MKM masih kurang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap manajemen kebersihan menstruasi pada remaja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi eksperimen semu dilakukan pada bulan April hingga Juli 2021 di Sampit, Kalimantan, Indonesia, setelah mendapat persetujuan dari komite kajian etik Universitas Keperawatan Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Sampel penelitian ini adalah siswi kelas VII SMP Negeri di Sampit. Sampel dibagi menjadi kelompok intervensi A dan kelompok kontrol B. Kelompok A diberikan intervensi pendidikan kesehatan melalui video conference dalam dua pertemuan dan diberikan leaflet setiap selesai pertemuan yang berdurasi 90 menit. Kelompok kontrol hanya diberi leaflet.

Data dasar dan pasca-intervensi dibandingkan. Data dianalisis menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 70 subjek; 35 (50%) di masing-masing dari dua kelompok. Rentang usia adalah 12-14 tahun, dengan 25 (71,4%) subjek di grup A dan 28 (80%) di grup B berusia 13 tahun. Usia menarche adalah 12 tahun untuk 17 (48,6%) subyek di masing-masing dua kelompok. Tingkat pengetahuan kelompok A meningkat secara signifikan pasca intervensi (p<0,05), tetapi kelompok B tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,144). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pendidikan kesehatan tentang manajemen kebersihan menstruasi ditemukan memiliki pengaruh yang menguntungkan pada pengetahuan dan sikap di kalangan remaja.

Penulis: Aria Aulia Nastiti, S.Kep., Ns., M.Kep.

Jurnal:

AKSES CEPAT