51动漫

51动漫 Official Website

Irjen Kemkomdigi Tegaskan Etika dalam Penggunaan AI di International Conference KRA FEB UNAIR

Sambutan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia sekaligus Anggota DPN IAI Dr Arief Tri Hardiyanto Ak MBA CMA CCSA CA CSEP QIA CFE CGCAE CIAE CGAE pada pembukaan International Conference KRA XII 2025, Senin (2/6/2025). (Foto: Istimewa)
Sambutan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia sekaligus Anggota DPN IAI Dr Arief Tri Hardiyanto Ak MBA CMA CCSA CA CSEP QIA CFE CGCAE CIAE CGAE pada pembukaan International Conference KRA XII 2025, Senin (2/6/2025). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR berkolaborasi dengan Kompartemen Akuntan Pendidik menggelar kegiatan International Conference KRA XII 2025. Mengusung dengan tema 淓mpowering the Future of Education and Research: The Nexus of AI, Ethi` cs, and Sustainability. Kegiatan ini mendapat dukungan oleh 42 universitas dari seluruh Indonesia.

Pada kesempatan ini, hadir dan turut memberikan sambutan pembuka, Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia sekaligus Anggota DPN IAI Dr Arief Tri Hardiyanto Ak MBA CMA CCSA CA CSEP QIA CFE CGCAE CIAE CGAE.Konferensi internasional ini berlangsung pada Senin (2/6/2025) dan berlokasi di Aula Fadjar Notonegoro, Gedung FEB, Kampus Dharmawangsa-B, UNAIR.

Pada sambutannya, Dr Arief membahas mengenai peran AI pada dunia pendidikan saat ini yang juga beriringan dengan resiko dan etika penggunannya. 淒engan tema Empowering the Future of Education and Research: The Nexus of AI, Ethics, and Sustainability, jadi tentang agaimana kita bisa memberdayakan masa depan pendidikan dengan melihat kolaborasi antara kecerdasan buatan dan etika berkelanjutan, ujarnya.

Foto bersama dan peresmian pembukaan International Conference KRA XII 2025 Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA, Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Dekan FEB UNAIR, dan pejabat terkait. (Foto: Istimewa)
Kelebihan AI di Masa Sekarang

Di tengah pesatnya perkembangan global dan ketimpangan sosial yang tinggi, masa depan pendidikan dan riset menuntut adanya implementasi transformasi yang mendasar. Salah satu bentuk transformasi tersebut hadir melalui teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mampu menjadi katalis inovasi. Teknologi berbasis AI, lanjutnya, dapat merevolusi penerapan ilmu pengetahuan, baik dalam sistem pembelajaran maupun proses penelitian.

Dalam dunia pendidikan, AI memiliki peran penting dan bermanfaat baik untuk dosen, tenaga pendidik, maupun mahasiswa 淭eknologi berbasis AI mampu mempersonalisasi pembelajaran, mengotomasi tugas-tugas, dan memberikan analisis kinerja peserta didik dengan real time, terang Dr Arief.

Sementara itu, dalam bidang riset, AI dapat membantu percepatan proses analisis data dan proses penelitian. 淒alam riset, AI mempercepat proses analisis data, meningkatkan pengenalan terhadap pola-pola masalah dan mendukung pemodelan prediksi lintas disiplin, seperti ekonomi perilaku, ujarnya.

Risiko dan Etika Penggunaan AI

Di balik potensi besar yang AI tawarkan, terdapat pula tantangan etis dan sosial yang harus kita waspadai. Berbagai permasalahan baru hadir pada dunia yang serba memanfaatkan kecerdasann buatan saat ini, seperti otomasi yang berlebihan, bias algoritma, dan ketergantungan pada mesin. 淗al ini menjadi isu penting yang tidak dapat terabaikan, tegasnya,

Dalam menghadapi permasalahan tersebut, lanjut Dr Arief, dosen dan tenaga pendidik memiliki peran strategis untuk menyikapi tantangan ini secara bertanggung jawab. 淭antangannya bukan tentang bagaimana mengadopsi AI, tapi juga dalam proses adopsi ini harus beriringan dengan tanggung jawab, jelasnya. Institusi pendidikan pun dituntut untuk tidak hanya membekali peserta didik dengan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk generasi digital yang beretika dan sadar akan dampak teknologi.

Sebagai bentuk perhatian nasional terhadap isu ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (KEMKOMDIGI) telah mengeluarkan Surat Edaran No. 9 Tahun 2023 tentang kebijakan etika penggunaan AI. 淒i level pemerintahan, concern utama itu bagaimana etika AI supaya bisa lebih banyak aspek positif yang bisa didapatkan, tegasnya. Kerangka etika ini ia harapkan mampu memandu integrasi AI dalam ekosistem pendidikan dan riset secara berkelanjutan.

Penulis: Febriana Putri Nur Aziizah

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT