n

51

51 Official Website

Isolat Sponge-6.1, Kandidat Obat Penghambat Bakteri Streptococcus Pebabkan Pneumonia

obat
PENELITIAN Sponge-6,1 yang dilaksanakan di laboratorium oleh Tim PKM-PE FST. (Foto: Dok PKMPE)

UNAIR NEWS – Indonesia sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh perairan sangat luas, hampir 70%, dikenal memiliki biodiversitas yang tinggi karena terdapat berbagai jenis hewan, tumbuhan, dan terumbu karang yang tumbuh di wilayah perairan Indonesia. Kekayaan alam inilah yang menggugah semangat anggota tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 51 melakukan penelitian mengenai sponge.

Isolat yang diberi nama Sponge-6.1 ini diharapkan dapat menjadi salah satu kandidat obat yang dapat berguna bagi bidang kesehatan Indonesia. Isolat Sponge-6.1 yang mengandung berbagai jenis zat aktif, seperti flavonoid dan senyawa lainnya diduga dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen misalnya Streptococcus pneumoniae.

Menurut Dina Lutfiana, Ketua Tim PKMPE ini, isolat Sponge-6.1 diyakini dapat dijadikan kandidat obat untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyebabkan penyakit pneumonia.

Kami berhipotesis bahwa isolat ini dapat menghambat Streptococcus pneumoniae, karena saat Praktik Kerja Lapangan (PKL), saya meneliti bahwa isolat Sponge-6.1 dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus sp., Staphilococcus sp., dan beberapa bakteri lain. Berawal dari hal inilah tim kami mengajukan proposal dan berhasil lolos untuk mendapat pendanaan dari Kemenristekdikti, dan penelitian bisa dilanjutkan, katanya.

Selain Dina Lutfiana, tim ini juga beranggotakan Jefpry Supryanto Sianturi, William Khodry, Denika Liyan Nor Wibowo, dan Dwi Yulian Fahruddin.

 

Mereka melakukan penelitian bekerja sama dengan LIPI, dan dilakukan sekitar dua minggu di Laboratorium LIPI Bandung. Tahapan awal yang dilakukan dengan mengisolasi sponge, yang kebetulan sponge yang akan digunakan ada di lab LIPI itu, sehingga lebih memudahkan pengerjaan. Setelah mengisolasi Sponge-6.1, penelitian dilanjutkan dengan menguji aktivitas bakteri Streptococcus pneumoniae yang diberi perlakuan dengan isolat. Dari penelitian panjang itu diperoleh hasil, yaitu isolat dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pneumoniae dengan pemberian pada konsentrasi tertentu.

Sebagai ketua kelompok PKM, Dina berharap isolat Sponge-6.1 itu dapat digunakan sebagai salah satu kandidat obat yang kelak dapat diproduksi, sehingga bisa memberikan manfaat pada dunia kesehatan.

Sejauh ini penelitian kami telah sampai pada tahap pengujian kandungan metabolit sekunder dari isolat Sponge-6.1, imbuh Dina, Jika kandungan metabolit sekunder yang ada pada isolat tersebut dapat diidentifikasi, maka dimungkinkan untuk melakukan sintesis senyawa sejenis untuk dijadikan obat pneumoniae, sehingga tidak perlu mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. (*)

Editor: Bambang Bes

AKSES CEPAT